Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Teknologi IoT Dorong Produktivitas Peternak Kadirejo

PLN UPDL Semarang Akhiri Program Elektrifikasi Peternakan 2025

METROJATENG.COM, SEMARANG – Teknologi IoT yang digaungkan PT PLN (Pesero)  UPDL Semarang mampu mendorong produktivitas peternak Kadirejo, Kabupaten Semarang.

Keberhasilan tersebut mengakhiri    Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Elektrifikasi Peternakan yang telah dilaksanakan PT PLN (Pesero) UPDL Semarang  sepanjang tahun 2025.

Acara penutupan digelar pada Sabtu, 15 November 2025 di Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, yang selama ini menjadi pusat implementasi teknologi peternakan modern dalam program tersebut.

Manager PLN UPDL Semarang, Sunandar Usman, menyampaikan Program Elektrifikasi Peternakan merupakan hasil kolaborasi PLN UPDL Semarang dengan Sanggar Tani Muda KERIS, serta menggandeng Dosen Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro sebagai narasumber dan pendamping teknis.

“Program ini mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan efisiensi usaha peternakan, melalui penerapan sistem automatic feeding bagi ayam arab, sistem brooding modern untuk burung puyuh, serta pengembangan pupuk organik dan budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan limbah,” katanya.

Selain menghadirkan perangkat teknologi, program juga dilengkapi dengan penyediaan bibit ternak serta pendampingan intensif dari para ahli agar para peternak mampu mengoperasikan sistem secara berkelanjutan. Pendekatan ini dirancang untuk memastikan program tidak hanya selesai secara administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kapasitas peternak.

MENINGKAT – Para peternak di desa Kalirejo Kabupaten Semarang berfoto bersama usai mengikuti Program TJSL, Elektrifikasi Peternakan oleh PT PLN (Pesero) yang mampu meningkatkan produktivitas hasil peternakan. (ist)

 

Sunandar Usman, menambahkan  keberhasilan program menjadi bukti nyata komitmen PLN dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.

“Program ini menjadi bukti kepedulian PLN dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor peternakan unggas. Kami berharap teknologi yang telah diberikan dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, sekaligus menjadi best practice bagi peternak lainnya,” ujar Sunandar.

Hasil implementasi program pun mulai terlihat jelas. Ayam arab dan burung puyuh yang dibudidayakan kelompok ternak telah menghasilkan telur secara rutin dan dipasarkan ke masyarakat. Peningkatan produktivitas ini menunjukkan bahwa elektrifikasi peternakan dan pendampingan teknis telah memberikan dampak langsung terhadap kenaikan pendapatan kelompok ternak binaan.

Apresiasi turut disampaikan oleh Ketua Sanggar Tani Muda KERIS, Rini Muslikha, yang menyebut  teknologi elektrifikasi membuat pengelolaan ternak menjadi lebih teratur, higienis, dan efisien.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Desa Kadirejo yang diwakili  Ajeng Firsty Prabawaningtyas. Ia mengucapkan terima kasih atas kontribusi PLN dalam memajukan kelompok peternak di wilayahnya dan berharap program serupa dapat terus berlanjut untuk desa-desa lain.

Berakhirnya Program TJSL Elektrifikasi Peternakan ini, PLN UPDL Semarang berharap capaian yang telah diraih mampu memberikan manfaat jangka panjang, tidak hanya bagi kelompok ternak binaan, tetapi juga bagi masyarakat sekitar.

“Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong inovasi sosial, penguatan ekonomi lokal, serta percepatan modernisasi sektor peternakan di Kabupaten Semarang,” pungkas Sunandar.

PLN menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program TJSL yang relevan dan berdampak, sejalan dengan upaya pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)

Comments are closed.