Deteksi Dini SPPG Polres Sukoharjo Cegah Peredaran Buah Anggur Berisiko, BPOM Apresiasi Langkah Cepat Polri
METROJATENG.COM, SUKOHARJO – Upaya Polri dalam menjamin keamanan pangan program Makan Bergizi Gratis kembali menunjukkan hasil konkret. Tim Sentra Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) Polres Sukoharjo berhasil mendeteksi indikasi adanya zat berbahaya pada buah anggur jenis Muscat saat pelaksanaan pemeriksaan rutin Food Safety.
Langkah cepat ini menjadi bukti keseriusan Polri dalam menjaga agar setiap makanan yang disalurkan kepada masyarakat benar-benar aman, bergizi, dan bebas dari bahan berbahaya.
Pemeriksaan dilakukan tim Seksi Dokkes Polres Sukoharjo bersama Kasie Dokkes. Dalam uji organoleptik dan kimia terhadap menu utama, nasi putih, telur puyuh asam manis, tempe goreng, sayur sop, dan buah kelengkeng, hasilnya dinyatakan aman. Tidak ditemukan kandungan arsenik, formaldehid, maupun nitrit, dan nilai gizinya memenuhi standar seimbang dengan total energi 553,3 kkal.
Namun, indikasi berbeda muncul saat pengujian bahan pangan untuk menu hari berikutnya. Melalui Food Safety test kit merek Alder, tim menemukan hasil positif zat yang berisiko pada buah anggur Muscat. Tanpa menunggu lama, Polres Sukoharjo segera menarik seluruh anggur tersebut dari dapur penyajian, memisahkan dari bahan lain, dan menggantinya dengan buah yang telah dinyatakan aman.
“Begitu ditemukan indikasi bahan berisiko, kami langsung tarik dan hentikan penyajiannya. Tidak boleh ada satu pun makanan berbahaya sampai ke penerima manfaat,” tegas Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo S.H, S.I.K.
Seluruh bahan yang terindikasi kemudian diamankan untuk pemeriksaan lanjutan di laboratorium, memastikan tak ada risiko tersisa pada rantai distribusi pangan.
Sementara itu, pemeriksaan lanjutan oleh Bidlabfor Polda Jawa Tengah menunjukkan hasil negatif terhadap zat berbahaya, setelah pengujian mendetail pada kulit, daging, dan buah anggur. Perbedaan hasil dipahami sebagai akibat dari perbedaan alat dan metode uji, namun seluruh proses memperlihatkan prinsip kehati-hatian Polri dalam menjaga keamanan pangan publik.
Bukti Sistem Pengawasan Polri Berfungsi
Menanggapi hasil tersebut, Kasatgas Makan Bergizi Gratis Polri, Irjen Pol. Nurworo Danang S.I.K menegaskan, bahwa temuan di Sukoharjo merupakan bukti nyata berfungsinya sistem pengawasan berlapis yang diterapkan di seluruh Indonesia.
“Hingga kini ada 233 SPPG Polri yang aktif beroperasi. Semuanya wajib melakukan pemeriksaan Food Safety harian dan terdokumentasi. Temuan ini menunjukkan sistem kita berjalan, indikasi langsung terdeteksi sebelum makanan sampai ke masyarakat,” tegasnya.
Irjen Pol. Nurworo juga memastikan Polri akan menyelidiki lebih lanjut sumber asal bahan pangan yang terindikasi, termasuk kemungkinan adanya residu pestisida dari rantai distribusi. Polri akan bekerja sama dengan BPOM dan dinas terkait baik di tingkat daerah maupun pusat.
Comments are closed.