Sekoteng, Minuman Hangat Khas Jawa Tengah yang Kaya Manfaat dan Cerita Tradisi
METROJATENG.COM, SEMARANG – Di tengah maraknya minuman kekinian, sekoteng tetap bertahan sebagai salah satu minuman tradisional yang dicintai masyarakat Jawa Tengah. Perpaduan hangatnya air jahe, wangi rempah, dan isian sederhana seperti kacang hijau, roti tawar, serta kolang-kaling menjadikannya bukan sekadar penghangat tubuh, tetapi juga simbol kehangatan budaya dan kebersamaan.
Sekoteng dikenal sebagai minuman yang menyehatkan berkat bahan-bahan alaminya. Biasanya disajikan dalam keadaan panas, sekoteng kerap menjadi pilihan di malam hari atau saat cuaca dingin. Aroma serai dan daun pandan yang berpadu dengan jahe memberikan sensasi menenangkan sejak tegukan pertama.
Selain memanjakan lidah, sekoteng juga menyimpan beragam manfaat bagi kesehatan. Kandungan jahe di dalamnya berperan membantu melancarkan sirkulasi darah dan memberikan efek hangat yang mampu mengusir masuk angin. Sementara kacang hijau dan kacang tanah menambah asupan protein serta antioksidan untuk memperkuat daya tahan tubuh.
Tak hanya itu, serat dari kolang-kaling dan kacang hijau juga bermanfaat bagi pencernaan, membantu mencegah sembelit, sekaligus menjaga keseimbangan flora usus. Jahe sebagai bahan utama juga mengandung senyawa gingerol yang dikenal mampu meredakan nyeri otot dan membuat tubuh terasa lebih rileks.
Menariknya, kandungan karbohidrat kompleks dari potongan roti dan kacang-kacangan di dalamnya turut menambah energi. Tak heran, secangkir sekoteng hangat sering menjadi teman terbaik bagi mereka yang beraktivitas hingga larut malam.
Bagi sebagian orang, sekoteng bukan hanya soal rasa, tapi juga nostalgia, mengingatkan pada masa kecil, di mana penjual sekoteng berkeliling dengan pikulan sambil menawarkan minuman hangat di tengah udara malam.
Kini, di berbagai kota, sekoteng tak kehilangan penggemarnya. Justru banyak kafe modern yang mulai mengangkat kembali minuman tradisional ini dengan tampilan lebih kekinian, tanpa meninggalkan cita rasa aslinya.
Comments are closed.