Waspada Peredaran Emas Palsu, Begini Cara Membedakan Emas Asli dan Kuningan
METROJATENG.COM, SEMARANG – Masyarakat diimbau semakin cermat saat membeli emas, lantaran kasus penipuan dengan menjual kuningan sebagai emas asli terus bermunculan. Kedua logam tersebut memiliki tampilan yang mirip sehingga mudah mengecoh konsumen, terutama yang belum memahami perbedaannya.
Menurut para pelaku usaha logam mulia, kuningan banyak digunakan sebagai bahan aksesori karena lebih murah dan mudah dibentuk. Meski sekilas terlihat serupa, komposisi logam itu sepenuhnya berbeda. Kuningan berasal dari campuran tembaga dan seng, sedangkan emas merupakan logam mulia dengan tingkat kemurnian tertentu yang dikenal bernilai tinggi serta stabil.
Kesalahan beli sering terjadi ketika konsumen hanya mengandalkan visual. Padahal, ada sejumlah cara sederhana hingga teknis yang dapat dilakukan untuk memastikan keaslian emas sebelum bertransaksi.
Perbedaan paling mendasar terletak pada warna. Emas murni memiliki nuansa kuning yang cerah dan tidak mengalami perubahan meski disimpan bertahun-tahun. Kuningan cenderung tampak kusam, bahkan menghitam akibat oksidasi.
Kapabilitas fisik pun berbeda. Saat digesek di permukaan keramik, emas asli meninggalkan goresan keemasan, sementara kuningan menghasilkan bekas hitam. Emas juga tidak memiliki aroma logam, sedangkan kuningan bisa menimbulkan bau amis ketika digosok.
Karat dan Harga Jadi Indikator Penting
Kemurnian emas diukur menggunakan satuan karat, mulai dari 17 karat hingga 24 karat atau 99,99 persen emas murni. Pembeli perlu memperhatikan kode karat atau identitas produsen yang biasanya tertera pada bagian permukaan perhiasan, misalnya 916 atau 999. Pada kuningan, cap justru bertuliskan “brass”.
Harga pun menjadi pembeda signifikan. Emas asli mengikuti pergerakan pasar global sehingga nilainya relatif tinggi. Jika ada penawaran emas dengan harga jauh di bawah pasaran, konsumen patut curiga.
Untuk memastikan lebih jelas, ada metode uji lanjutan yang kerap digunakan pedagang dan ahli logam mulia. Contohnya uji berat dan kepadatan, karena emas memiliki bobot lebih besar dibanding kuningan. Uji konduktivitas listrik juga acap dilakukan, mengingat emas merupakan konduktor yang sangat baik.
Selain itu, bunyi yang dihasilkan saat mengetuk permukaan keras turut menjadi penanda. Emas asli menghasilkan suara nyaring dan beresonansi lebih panjang, sedangkan kuningan terdengar tumpul.
Masyarakat disarankan membeli emas di toko tepercaya, meminta sertifikat resmi, serta melakukan pemeriksaan sebelum meninggalkan tempat pembelian. Dengan kehati-hatian ekstra, konsumen dapat terhindar dari penipuan dan memperoleh investasi yang benar-benar berharga.
Comments are closed.