Rotary dan Pemprov Jateng Satukan Langkah, Wujudkan Indonesia Bebas Polio
METROJATENG.COM, SEMARANG- Semangat kemanusiaan menyala dari Kota Atlas, Minggu pagi (26/10/2025). Ribuan peserta memadati halaman Awann Costa, POJ City Semarang, bergandengan langkah membawa pesan yang sama: Indonesia harus bebas dari polio.
“Setelah pandemi Covid-19, angka imunisasi menurun, sehingga muncul kembali penyakit yang sebenarnya sudah tuntas. Saat ini di Indonesia ditemukan 49 kasus,” ujar Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, di sela kegiatan.
Ia menegaskan, menurunnya cakupan imunisasi merupakan ancaman serius bagi kesehatan anak-anak Indonesia. Karena itu, Pemprov Jateng terus memperkuat skrining dan imunisasi rutin di seluruh wilayah, agar virus polio tidak kembali menyebar.
“Jawa Tengah tahun lalu memang hanya mencatat satu kasus. Namun polio itu menular, sehingga upaya pencegahan melalui imunisasi dan vaksinasi anak-anak harus terus kita lakukan,” tegasnya.
Gerakan ini menjadi bagian dari kampanye nasional “Together We End Polio!” yang digelar serentak di 106 kota oleh Rotary Club District 3420 dan 3410 Indonesia. Dari Semarang, semangat itu memancar sebagai simbol tekad bersama menutup bab terakhir perjuangan melawan virus yang sempat hilang, namun kembali mengintai akibat turunnya imunisasi pascapandemi.
“Begitu ada satu anak lumpuh karena polio, itu berarti seluruh dunia belum aman. Saatnya kita bergerak, bukan sekadar bicara,” ujar Dyah Anggraeni, District Governor Rotary 3420 Indonesia.
Menurut Dyah, kegiatan ini bukan sekadar ajang olahraga massal, melainkan aksi solidaritas kemanusiaan. Semangat gotong royong yang menjalar dari satu daerah ke daerah lain menjadi kekuatan utama Rotary dalam membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi.
Di Semarang, kegiatan utama berupa Fun Run dengan rute 3 km, 5 km, dan 10 km. Ribuan peserta dari kalangan pelajar, komunitas, dan relawan kesehatan berlari sambil membawa pesan penting: jangan biarkan polio kembali mengancam masa depan anak-anak Indonesia.
“Gerakan ini bukan sekadar olahraga, tapi perjuangan kemanusiaan. Kami ingin menularkan semangat ini ke seluruh penjuru negeri,” imbuh Dyah.
Kota-kota lain di Indonesia juga turut bergelora.
Di Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi membuka kegiatan yang diramaikan lomba menggambar anak dan pemeriksaan kesehatan gratis.
Di Bali, lebih dari 1.500 peserta memadati Denpasar untuk mengikuti senam, yoga, dan layanan kesehatan terpadu.
Sementara di Solo, Rotary menggandeng Pemkot setempat menggelar edukasi publik di area Car Free Day bersama Wali Kota Respati Ardi.
Gerakan nasional ini juga mencatatkan Rekor MURI sebagai Penyuluhan Polio Serentak dengan Peserta Terbanyak di Indonesia. Aksi daring dan luring ini menjadi bagian dari Global Polio Eradication Initiative (GPEI) — kolaborasi antara Rotary International, WHO, UNICEF, dan Bill & Melinda Gates Foundation — yang telah menurunkan kasus polio dunia hingga 99 persen.
“Kampanye ini adalah panggilan untuk bersatu. Rotary, pemerintah, dan masyarakat harus bergerak bersama demi generasi bebas polio,” ujar Thomas Aquinas, Chair National PolioPlus Committee Indonesia.
Dari Semarang hingga Denpasar, dari Surabaya hingga Solo, ribuan langkah berpadu dalam satu tekad.
Together We End Polio! bukan sekadar slogan, melainkan janji kemanusiaan untuk melindungi masa depan generasi Indonesia. (ris)
Comments are closed.