Enam Jurus Pembangunan Semarang 2026, Dari Ketahanan Pangan hingga Rp25 Juta per RT
METROJATENG.COM, SEMARANG – Kota Semarang bersiap menata masa depan lewat enam strategi pembangunan prioritas yang dipaparkan langsung oleh Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti dalam Musrenbang RKPD 2026. Dengan semangat inklusif dan partisipatif, Agustina menegaskan bahwa arah pembangunan kota ini adalah milik bersama, bukan segelintir elite.
“Semarang adalah milik seluruh warganya,” tegas Agustina di hadapan peserta Musrenbang yang terdiri dari Forkopimda, akademisi, tokoh masyarakat, hingga perwakilan dari tiap kecamatan.
Dalam pidatonya, Agustina mengungkap enam fokus pembangunan Kota Semarang pada tahun 2026:
-
Ketahanan Pangan Berkelanjutan
Pemerintah kota akan memperkuat dukungan kepada petani dan nelayan lokal, serta membangun sistem pangan yang terintegrasi dari hulu ke hilir. -
Pengelolaan Lingkungan Hidup
Penanganan banjir, rob, dan pengelolaan sampah menjadi sorotan, sejalan dengan upaya menjadikan Semarang kota yang tangguh terhadap perubahan iklim. -
Infrastruktur Dasar yang Inklusif
Air bersih, sanitasi, hunian layak, dan transportasi publik ramah lingkungan menjadi prioritas untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. -
Layanan Dasar untuk SDM Unggul
Pemerintah kota akan mendorong layanan pendidikan dan kesehatan yang merata, sekaligus menyediakan ruang kreativitas bagi anak muda. -
Ekonomi Lokal Tangguh
Melalui penguatan UMKM, revitalisasi pasar tradisional, hingga pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Semarang ingin membangun ekonomi dari bawah. -
Tata Kelola Pemerintahan Responsif
Pemerintah kota berkomitmen pada sistem pemerintahan berbasis riset, inovasi, dan partisipasi warga.
Tak hanya berhenti di tataran konsep, Agustina juga mengumumkan program konkret yang siap digulirkan mulai Agustus 2025, yaitu bantuan dana sebesar Rp25 juta per RT per tahun.
Program ini disebut sebagai terobosan untuk mendorong pemerataan pembangunan hingga ke tingkat paling bawah. Namun, ia mengingatkan pentingnya akuntabilitas. “Semua harus transparan. Harus ada rembug RT. Jangan sampai dana ini jadi rebutan,” pesannya.
Agar tepat sasaran, Pemkot Semarang akan menyediakan panduan lengkap dan membuka akses informasi seluas-luasnya. Agustina berharap program ini mampu mempercepat pemulihan ekonomi dan memperkuat solidaritas sosial di lingkungan warga.
“Dana ini bukan sekadar angka. Ini adalah pemantik semangat kolaborasi warga membangun lingkungannya sendiri,” tutupnya.
Comments are closed.