Pemkot Semarang Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Program SIAPIK
METROJATENG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang terus memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program SIAPIK (Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan). Program ini menjadi wadah peningkatan kapasitas pelaku UMKM agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kota Semarang, Ima Kurnia Dewi, mengatakan program SIAPIK hadir untuk menjawab tantangan yang selama ini dihadapi para pelaku usaha kecil, terutama dalam hal literasi keuangan, pemasaran, dan pengelolaan usaha.
“Selama ini sudah banyak dinas dan pihak eksternal yang berperan dalam pembinaan UMKM. Namun, dengan adanya program SIAPIK, seluruh potensi bisa tercapture secara lebih terstruktur sehingga setiap pelaku UMKM mendapat treatment sesuai kebutuhannya,” jelas Ima disela Sosialisasi dan pendampingan SIAPIK yang diselenggarakan DEKRANASDA , di Quest Hotel yang diikuti 40 UMKM Kota Semarang, Kanis (23/10/2025(.
Ia menambahkan, pelatihan dalam program SIAPIK tidak hanya berfokus pada peningkatan omzet, tetapi juga pada perubahan pola pikir dan perilaku bisnis. Melalui pendekatan berjenjang dan evaluasi berkala, para peserta diharapkan bisa naik kelas dari skala usaha mikro menuju kecil dan menengah.
“Harapan kami, teman-teman UMKM yang semula mungkin berada di level satu setengah bisa naik ke level dua, bahkan lebih tinggi lagi. Evaluasi dan pendampingan terus dilakukan agar permasalahan yang muncul bisa langsung ditangani,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Harian Dekranasda Kota Semarang, Syanas Nadya Winanto Putri, menuturkan program SIAPIK juga menanamkan nilai komitmen dan kedisiplinan kepada peserta. Dari sekitar 125 pendaftar, ada 40 hadir dan bersedia menandatangani surat komitmen untuk mengikuti seluruh rangkaian pelatihan secara penuh selama tiga bulan.
“Kami ingin peserta tidak hanya datang, tetapi benar-benar berproses. Mereka wajib mengisi laporan pembukuan, mengikuti mentoring, dan mempraktikkan ilmu yang didapat. Dari situ akan terlihat siapa yang konsisten dan siap tumbuh,” ujar Syanas.
Penilaian UMKM yang berhak mengikuti program ini tidak semata didasarkan pada omzet, melainkan pada inovasi produk, keaktifan peserta, dan progres nyata dalam menjalankan bisnis. Produk-produk unggulan hasil peserta program juga mendapat kesempatan untuk dipromosikan di berbagai tempat strategis, termasuk di hotel-hotel di Kota Semarang.
Menurut Syanas, melalui SIAPIK, banyak pelaku UMKM yang sebelumnya belum memahami dasar-dasar pengelolaan usaha kini mulai mampu menyusun pembukuan sederhana, mengatur modal, dan lebih percaya diri menjalin kerja sama dengan perbankan.
“Sebelum pelatihan, banyak peserta belum tahu cara mengelola keuangan usaha. Setelah mengikuti SIAPIK, mereka mulai memahami model usaha sehat dan berani mengakses permodalan. Ini merupakan salah satu kemajuan besar,” katanya.
Ke depan, Pemerintah Kota Semarang bersama Dekranasda akan melanjutkan program ini dalam skema yang lebih luas dan terintegrasi agar dapat direplikasi ke wilayah lain.
“Tujuan akhirnya adalah membangun ekosistem UMKM yang kuat, sejalan dengan visi Wali Kota Semarang untuk maju bareng dan tumbuh bersama,” tutup Syanas.
Arneta Sabela, Owner UMKM Batik Puspa Laras, yang menjadi juara I program pelatihan SIAPIK merasa sangat sengang dengan program pelatihan ini. Ia yang semula tidak tahu bagaimana membuat pengelolaan keuangan, pembukuan dan lainya , dengan pelatihan SIAPIK dari Dekranasda, kini sudah bisa mengelola keuangan dan membuat laporan keuangan dengan baik.
*Saya bersyukur bisa mengikuti pelatihan SIAPIK.Dari pelatihan ini saya mendapatkan ilmu literasi keuangan, khususnya dalam pengelolaan keuangan pada usaha yang digelutinya. Terima Kasih Dekranasda yang sudah memberi kesempatan untu mengikuti pelatihan SIAPIK,” katanya. (*)
Comments are closed.