SMP Nasima Kenalkan Tradisi Bahari dan Budaya Lokal Lewat Pembelajaran Mendalam
METROJATENG.COM, BATANG- SMP Nasima terus mengaktualisasikan metode pembelajaran mendalam (Deep Learning) yang digaungkan Kemendikdasmen melalui program Pengenalan dan Eksplorasi Lingkungan Jelajah Nusantara (PEL-JN) dan Eksplorasi, Live in, Ekspose, dan Jelajah Nusantara (ELE-JN). Kegiatan ini menanamkan pembelajaran yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful).
Pada Rabu, 15 Oktober 2025, SMP Nasima menggelar PEL-JN dengan kunjungan ke galangan kapal kayu dan pabrik teh di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Sebanyak 136 peserta didik kelas VII didampingi 7 guru mengikuti kegiatan ini dengan antusias.
Di galangan kapal CV Berkah Mandiri, Karangsari, Karangasem Utara, siswa belajar proses lengkap pembuatan kapal kayu berukuran antara 29 Gross Tonnage hingga 200 GT. Mulai dari pemilihan kayu meranti asal Kalimantan dan Papua, membuat konstruksi kapal, pelapisan bahan antibiotik laut (laminasi), pemasangan mesin, pengecatan, hingga kapal siap diluncurkan ke laut.
Kepala SMP Nasima, Yudina Tri Heryanti, M.Pd., menjelaskan, “Kegiatan PEL-JN dan ELE-JN yang dilaksanakan serentak bulan Oktober ini bertujuan mengenal budaya, profesi, dan potensi daerah di Jawa Tengah sebagai cakupan pembelajaran peserta didik. Ini akan memperkaya wawasan dan pemahaman mereka.”
Wakil Kepala SMP Nasima, Karni Dwi Irmaningsih, M.Pd., menambahkan, “Sebagai bangsa maritim, peserta didik perlu mengenal tradisi bahari, terutama keterampilan membuat kapal kayu yang melekat di Kabupaten Batang. Melalui kunjungan ini, mereka bisa mendapatkan pengalaman langsung dan menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian bangsa maritim.”
Selain galangan kapal, peserta juga mengunjungi perkebunan dan pabrik teh PT Pagilaran di Desa Keteleng, Blado. Di sana, siswa belajar proses produksi teh hitam kualitas ekspor mulai dari pembibitan, penanaman, pemupukan, pemangkasan, pemetikan, hingga pengolahan teh siap pasar.

Kegiatan dimulai dengan tradisi minum teh ‘Welcome Tea’ yang menjadi pengalaman unik peserta.Di lokasi berbeda, kelas IX melaksanakan PEL-JN di Kabupaten Magelang dengan pembelajaran di pos pengamatan Gunung Merapi Ketep Pas dan kebun stroberi.
Kegiatan ini mengenalkan karakter geografis, mata pencaharian masyarakat, potensi wisata, serta mitigasi bencana gunung berapi teraktif di Indonesia.Sementara kelas VIII menjalani ELE-JN di Desa Blambangan, Kecamatan Bawang, Banjarnegara, guna mengeksplorasi kekayaan budaya lokal dan profesi masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan serta pengalaman bermakna yang memperkuat karakter kebangsaan dan kecintaan peserta didik terhadap budaya dan lingkungan Indonesia.(ris)
Comments are closed.