Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Blora Perketat Standar Higienis Dapur Program Makan Bergizi Gratis

METROJATENG.COM, BLORA – Pemkab Blora terus memperkuat komitmen untuk memastikan setiap anak penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapatkan makanan yang aman, sehat, dan layak konsumsi.

Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyorini, yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas MBG, menegaskan bahwa seluruh dapur Sentra Penyedia Pangan Gizi (SPPG) di Blora wajib memenuhi standar kebersihan dan sanitasi sebelum batas waktu yang ditentukan.

“Seluruh dapur harus memiliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) sebelum 1 November. Jika belum terpenuhi, kami akan tutup sementara dan laporkan ke Badan Gizi Nasional (BGN),” tegas Sri Setyorini.

Saat ini, Blora memiliki 55 dapur SPPG yang aktif melayani program MBG. Pemerintah daerah memastikan pendampingan intensif agar seluruhnya bisa segera memenuhi standar SLHS. Selain itu, setiap dapur diwajibkan memiliki tester makanan sebagai bagian dari uji kelayakan.

“Ahli gizi wajib memperhatikan menu yang disajikan dan memastikan bahan pangan yang digunakan benar-benar aman,” tambah Wabup.

Sri Setyorini juga meminta agar setiap kecamatan segera melakukan pemetaan ulang (mapping) terhadap sebaran dapur SPPG dan penerima manfaat. Langkah ini penting agar distribusi makanan bergizi berjalan lebih merata dan tepat sasaran.

“Kalau ada dapur yang overload, nanti akan kita geser. Setelah menerima laporan dari para camat, kami beri waktu satu minggu untuk pemetaan ulang,” jelasnya.

Pastikan Anggaran Tepat Guna

Wabup juga mengingatkan bahwa anggaran program MBG harus digunakan secara transparan dan sesuai peruntukan. Dana sebesar Rp10.000 per anak sepenuhnya untuk bahan makanan, bukan untuk biaya operasional atau sewa.

“Biaya operasional dan sewa sudah ada posnya sendiri. Dana makanan tidak boleh dipotong untuk hal lain,” tegasnya.

Ia pun meminta para camat bersama Forkopimcam dan kepala desa segera menggelar rapat koordinasi untuk mendata ulang jumlah penerima manfaat di masing-masing wilayah.

Dalam kesempatan itu, Nur Intan, Ahli Gizi SPPG Karangjati 1 (SPPG Larasati Blora), berbagi pengalaman mengenai peran ahli gizi dalam memastikan makanan bergizi aman dikonsumsi anak-anak sekolah.

“Ahli gizi bertugas sejak tahap perencanaan, menyusun standar menu dan porsi, hingga mengawasi langsung proses pengolahan. Kami juga melakukan uji quality control (QC) dan uji organoleptik untuk memastikan makanan tetap layak dikonsumsi,” jelasnya.

Intan menuturkan, jika bahan makanan yang diterima tidak sesuai standar, misalnya busuk atau rusak, pihaknya langsung mengajukan retur ke pemasok. Selain itu, ahli gizi juga menyiapkan golden sample sebagai acuan bagi tim dapur agar porsi makanan sesuai dengan kebutuhan gizi anak.

“Setiap pagi kami juga mencicipi makanan yang akan dikirim untuk memastikan rasa dan kualitasnya tetap terjaga,” ujarnya.

Ia menambahkan, komunikasi dengan pihak sekolah terus dijaga agar menu yang disajikan sesuai selera anak-anak tanpa mengurangi nilai gizinya. Jika ada keluhan, menu akan segera diganti dengan paket yang lebih cocok.

Sinergi Semua Pihak

Rakor MBG kali ini, menurut Wabup Sri Setyorini, menjadi momentum untuk menyatukan visi antar pihak terkait—mulai dari tenaga gizi, kepala SPPG, hingga pemerintah kecamatan.

“Program ini bukan sekadar membagikan makanan, tapi memastikan anak-anak kita tumbuh sehat dan cerdas melalui asupan gizi yang benar,” tegasnya.

Dengan pengawasan ketat, pelatihan berkelanjutan, dan sertifikasi dapur yang terstandar, Pemkab Blora menargetkan seluruh dapur MBG siap beroperasi sesuai standar nasional pada akhir tahun ini.

Comments are closed.