PKB Banyumas Perkuat Dukungan bagi Petani Lewat Bantuan Alat Pertanian
METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Banyumas terus menunjukkan kepeduliannya terhadap nasib petani. Sebagai partai yang memiliki basis kuat di pedesaan, PKB menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kesejahteraan petani melalui berbagai program nyata. Salah satunya dengan menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani di sejumlah wilayah Banyumas.
Bantuan tersebut merupakan hasil aspirasi dari Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, H. Syarif Abdillah, S.Pd.I, dan Fraksi PKB DPRD Banyumas yang disalurkan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan KP) Banyumas. Dimana petani menerima 70 unit hand sprayer tasco, 13 pompa air, serta dua unit traktor roda dua yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian.
Ketua Fraksi PKB Banyumas, H. Woro Sulistiyono, menjelaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran penting dalam menopang ekonomi masyarakat Banyumas. Sebagian besar warga masih menggantungkan hidup dari hasil bumi, sehingga perhatian terhadap petani menjadi bagian dari tanggung jawab moral PKB sebagai partai yang lahir dari kalangan nahdliyin dan masyarakat bawah.
“Sebagai partai yang mengakar kuat di masyarakat, PKB selalu hadir mendengar dan menindaklanjuti keluhan petani. Komitmen terhadap pertanian sudah lama dipegang oleh PKB dan diwujudkan melalui kerja para wakil rakyat di berbagai tingkatan, baik pusat, provinsi, maupun daerah,” ujar Woro, Minggu (12/10/2025).
Menurutnya, setiap kali melakukan kunjungan ke desa-desa, pihaknya sering mendapat aspirasi terkait minimnya sarana penunjang pertanian, terutama alat dan mesin pertanian modern. Kondisi tersebut membuat sebagian petani masih bergantung pada tenaga manual yang memakan waktu dan biaya besar. Melalui bantuan alsintan, PKB berupaya menghadirkan solusi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja di lapangan.
“Memang bantuan yang diberikan masih jauh dari kebutuhan ideal. Namun, kami di PKB akan terus berupaya menyalurkannya secara bertahap sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan,” imbuhnya.
Woro menambahkan, pihaknya juga akan mendorong pemerintah daerah agar terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian, baik melalui peningkatan akses permodalan, pelatihan teknologi pertanian modern, maupun program regenerasi petani muda. Menurutnya, tantangan ke depan bukan hanya soal produksi, tetapi juga keberlanjutan tenaga kerja di sektor ini.
“Pertanian adalah jantung ekonomi Banyumas. Kalau petaninya sejahtera, otomatis roda perekonomian daerah juga akan bergerak lebih kuat. Karena itu, kami ingin PKB hadir bukan hanya memberi bantuan sesaat, tapi menjadi bagian dari upaya membangun sistem pertanian yang mandiri dan berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan dukungan alsintan baru tersebut, para petani diharapkan dapat meningkatkan hasil panen, mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual, dan lebih siap menghadapi tantangan perubahan iklim. PKB Banyumas menegaskan, perhatian terhadap sektor pertanian bukan sekadar janji politik, melainkan wujud nyata perjuangan untuk kemandirian pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Comments are closed.