Jalan Strategis Wiradesa–Kajen Dirampungkan, Akses Ekonomi Pekalongan Kian Terbuka
METROJATENG.COM, PEKALONGAN – Wajah infrastruktur di Kabupaten Pekalongan terus berbenah. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung meninjau proyek perbaikan ruas jalan Wiradesa–Kajen sepanjang 5,4 kilometer pada Kamis (2/10/2025). Proyek senilai Rp33,3 miliar ini digadang-gadang menjadi jalur vital yang menghubungkan Pantura dengan wilayah selatan Jawa Tengah.
Proses pengerjaan yang dimulai sejak 17 Juli lalu kini sudah mencapai hampir setengah jalan, tepatnya 45,27 persen hingga akhir September. Sejumlah pekerjaan penting seperti perkerasan beton, pondasi, hingga pelebaran bahu jalan tengah digarap.
“Ruas ini sangat strategis. Selain jadi akses utama dari Pantura ke pusat kota, jalur ini juga terkoneksi dengan Tol Trans Jawa Exit Bojong. Artinya, jalan ini tak hanya mendukung pergerakan ekonomi, tapi juga penting untuk menunjang ketahanan pangan,” ujar Luthfi.
Tak hanya bicara soal ekonomi, Luthfi menyinggung kehidupan sosial di kawasan tersebut. “Di sepanjang jalur Wiradesa ini ada kampus, mahasiswa, dan pelaku usaha. Jalan yang baik akan mempercepat geliat aktivitas mereka,” tambahnya.
Hingga kini, 94 persen jalan provinsi di Jawa Tengah sudah berstatus mantap. Sisanya, enam persen, disebut Luthfi sebagai pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan agar pemerataan infrastruktur benar-benar terwujud.
Warga pun menyambut antusias perbaikan ini. Darkomah, warga Wiradesa, mengaku lega jalan yang dulu penuh lubang kini mulai berubah. “Sekarang rasanya lebih nyaman dilalui. Mudah-mudahan cepat selesai,” ucapnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya Jateng, Hanung Triyono, memastikan pengerjaan dilakukan dengan dua metode, yaitu betonisasi dan pengaspalan. Targetnya, akhir Desember 2025 kondisi jalan sudah mulus. “Kalau lancar, bahkan pertengahan Desember atau awal Januari 2026 sudah bisa benar-benar selesai,” katanya optimistis.
Dengan selesainya ruas ini, masyarakat Pekalongan akan menikmati perjalanan yang lebih aman dan nyaman, sementara jalur distribusi barang makin cepat menggerakkan roda ekonomi daerah.
Comments are closed.