Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Kol Goreng, Nikmat di Lidah tapi Berbahaya bagi Tubuh

METROJATENG.COM, SEMARANG – Siapa yang bisa menolak kriuk kol goreng hangat yang jadi pasangan setia pecel lele atau ayam goreng? Teksturnya renyah, rasanya gurih, dan sering membuat orang tak sadar menyantapnya dalam jumlah banyak. Namun, di balik kenikmatan itu, kol goreng ternyata menyimpan sederet risiko kesehatan yang patut diwaspadai.

Kol sejatinya kaya serat, vitamin, dan mineral penting. Tapi begitu masuk ke wajan berisi minyak panas hingga kering, hampir semua nutrisinya hilang. Alih-alih menyehatkan, kol goreng justru berubah menjadi makanan tinggi kalori dan lemak jahat.

Ahli gizi mengingatkan, kebiasaan mengonsumsi gorengan, termasuk kol goreng, bisa memicu berbagai penyakit serius. Mulai dari kenaikan berat badan, kolesterol tinggi, hingga risiko serangan jantung, stroke, diabetes tipe 2, bahkan kanker.

Penelitian menyebut, orang yang rutin mengonsumsi 4–6 porsi gorengan per minggu berisiko 39 persen lebih besar terkena diabetes tipe 2 dibanding mereka yang jarang mengonsumsi gorengan. Selain itu, proses penggorengan juga bisa menghasilkan zat akrilamida, senyawa beracun yang dikaitkan dengan beberapa jenis kanker.

Meski nikmat, para ahli menekankan pentingnya bijak menyikapi kol goreng. Mengolah kol dengan cara ditumis, dikukus, atau direbus jauh lebih aman sekaligus tetap menjaga kandungan nutrisinya.

Jadi, lain kali ketika tergoda menambah porsi kol goreng, ingatlah bahwa rasa gurih sekejap bisa berujung bahaya jangka panjang bagi kesehatan.

Comments are closed.