Ribuan Usulan Masuk, Pesantren Award 2025 Jadi Sorotan Dunia Santri
METROJATENG.COM, JAKARTA – Antusiasme luar biasa mewarnai penyelenggaraan Pesantren Award 2025. Ratusan tokoh, santri, pesantren, hingga kepala daerah resmi diajukan sebagai kandidat penerima penghargaan bergengsi yang digelar Kementerian Agama (Kemenag).
Ajang ini menjadi ruang apresiasi bagi mereka yang dinilai berkontribusi nyata dalam membangun ekosistem pesantren. Penganugerahan rencananya berlangsung meriah pada puncak peringatan Hari Santri, 20 Oktober 2025.
Direktur Pesantren Kemenag, Basnang Said, menegaskan bahwa proses seleksi tidak main-main. “Seleksi dilakukan secara ketat dan melibatkan banyak pihak. Kami ingin penghargaan ini benar-benar jatuh pada figur dan lembaga yang memiliki komitmen kuat terhadap kemajuan pesantren,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang menginstruksikan pemerintah daerah untuk mengusulkan kandidat kepala daerah peduli pesantren. Hasilnya, tercatat 45 pemda ikut mengajukan nama. Selain itu, Kanwil Kemenag dan ormas Islam juga diberi ruang untuk mengajukan tokoh maupun lembaga.
Pesantren Award tahun ini menghadirkan empat kategori utama, yakni:
-
Kepala Daerah Peduli Pesantren
-
Pesantren Transformatif
-
Santri Inspiratif
-
Tokoh Pesantren (Lifetime Achievement)
Ketua Tim Penilai, Alissa Wahid, menyebut jumlah usulan yang masuk mencerminkan besarnya perhatian publik. “Kami menerima 132 usulan Santri Inspiratif, 118 usulan Pesantren Transformatif, dan puluhan nama untuk kategori kepala daerah. Dari situ akan disaring menjadi 10 kandidat per kategori, lalu dipersempit lagi menjadi 3 finalis sebelum melalui presentasi dan wawancara,” jelasnya.
Kategori Lifetime Achievement akan menjadi sorotan utama. Menurut Alissa, penilaian dilakukan secara khusus karena menyangkut kiprah tokoh pesantren yang berpengaruh besar dan konsisten terhadap pendidikan Islam di Indonesia.
Dengan tingginya antusiasme, Pesantren Award 2025 diprediksi bukan hanya sekadar seremoni, melainkan momentum penting untuk meneguhkan peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat di era modern.
Comments are closed.