Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Maman Imanulhaq Soroti Guru Madrasah Masih Digaji Rp250 Ribu per Bulan

METROJATENG.COM, SUBANG – Potret buram kesejahteraan guru masih nyata di hadapan kita. Saat melakukan kunjungan kerja ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Subang, Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq, dikejutkan dengan kisah para guru honorer yang hanya menerima honor tak lebih dari Rp250 ribu per bulan.

“Bayangkan, ada guru yang gajinya Rp250 ribu, dan itu pun tidak selalu dibayar tepat waktu. Mereka menyebut sistemnya ‘pakai yen’: kalau ada uang, dikasih. Kalau tidak ada, ya sabar saja. Ini sangat memilukan,” ungkap Maman.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya merendahkan profesi guru, tetapi juga mengancam kualitas pendidikan di madrasah. Padahal, banyak tenaga pendidik muda di Subang yang dinilai memiliki potensi luar biasa untuk menjadi motor perubahan pendidikan.

“Sayangnya, akses mereka untuk pendidikan lanjutan terbatas. Status kepegawaiannya pun masih menggantung. Kalau hal ini terus dibiarkan, bagaimana mungkin kita bisa mencetak generasi emas?” tambahnya.

Maman menegaskan, DPR RI tidak tinggal diam. Melalui Komisi VIII, pihaknya sudah mengusulkan tambahan anggaran Rp13 triliun ke Kementerian Agama untuk memperjuangkan nasib guru madrasah, termasuk pengangkatan PPPK dan PNS. “Guru madrasah harus diperlakukan adil. Mereka adalah ujung tombak pendidikan karakter bangsa,” tegasnya.

Di sisi lain, ia juga memberi apresiasi kepada masyarakat Subang yang bahu-membahu melalui komite sekolah dalam membangun ruang kelas baru. “Ini bukti nyata kepedulian warga. Namun negara seharusnya hadir lebih kuat, bukan hanya mengandalkan gotong royong masyarakat,” katanya.

Maman pun mengajak masyarakat untuk lebih vokal menyampaikan kondisi pendidikan, baik melalui forum resmi maupun kanal digital. “Jangan tunggu masalah viral dulu baru ditangani. Laporkan segera, DPR siap mendengar,” pungkasnya.

Comments are closed.