DPR Desak Usut Tuntas Kematian Mahasiswa Amikom Saat Aksi di Yogyakarta
METROJATENG.COM, JAKARTA – Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, angkat suara terkait tewasnya Rheza Sendy Pratama (21), mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta, dalam aksi unjuk rasa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Bonnie menyampaikan duka mendalam sekaligus menegaskan bahwa tidak ada alasan yang dapat membenarkan kekerasan hingga merenggut nyawa mahasiswa.
“Saya bisa merasakan betapa berat luka yang dialami orang tua Rheza. Sebagai seorang ayah, saya turut berduka sedalam-dalamnya,” ujar Bonnie.
Rheza, mahasiswa angkatan 2023 Program Studi Ilmu Komunikasi, ditemukan meninggal dunia pada Minggu (31/8) pagi dengan tubuh penuh luka. Sebelumnya, ia sempat pamit kepada orang tuanya pada Sabtu malam dengan alasan hendak bertemu teman. Namun keesokan harinya, keluarga mendapat kabar bahwa Rheza dirawat di RSUP Dr Sardjito akibat terkena gas air mata. Saat ayahnya tiba di rumah sakit, Rheza sudah tak bernyawa.
Forum BEM DIY dalam keterangannya menyebut, Rheza ikut dalam aksi demonstrasi di sekitar Mapolda DIY. Saat hendak berbalik arah, motornya mati mendadak, lalu aparat menembakkan gas air mata yang membuatnya terjatuh. Rekannya berhasil melarikan diri, sementara Rheza tertinggal dan kemudian ditemukan dalam kondisi kritis.
Bonnie menegaskan, unjuk rasa adalah hak konstitusional warga negara yang harus dilindungi. Ia menilai aparat semestinya memberi perlindungan, bukan justru melakukan kekerasan.
“Bahkan dalam Konvensi Jenewa, musuh perang yang menyerah wajib dilindungi. Apalagi ini mahasiswa yang sedang menyuarakan pendapat, bukan lawan tempur,” tegasnya.
Politikus PDI Perjuangan tersebut mendesak agar kematian Rheza diusut tuntas, dan pihak yang terbukti melakukan penganiayaan harus bertanggung jawab di hadapan hukum.
“Polisi tidak boleh meluapkan emosi. SOP pengendalian massa harus dipatuhi. Jangan sampai ada korban jiwa lagi,” ujar Bonnie.
Ia juga menyerukan semua pihak menahan diri agar situasi tetap kondusif. “Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Kita harus menjaga perdamaian, mendengar suara rakyat, dan memastikan hukum ditegakkan secara adil,” pungkasnya.
Comments are closed.