Kurikulum Berbasis Cinta Segera Hadir, Kemenag Siapkan Pelatihan
METROJATENG.COM, JAKARTA – Kementerian Agama tengah menyiapkan terobosan baru di dunia pendidikan agama, yaitu Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Bukan sekadar jargon, kurikulum ini dirancang untuk menanamkan nilai kasih sayang, empati, dan moderasi beragama sejak di bangku pendidikan.
Langkah awalnya dimulai di Ciputat, Tangerang Selatan. Puluhan calon fasilitator nasional berkumpul dalam Training of Facilitator (ToF) KBC, sebuah program pelatihan yang akan digelar bertahap hingga awal September.
“Peserta kita rekrut dari berbagai komponen penting pendidikan, mulai dari widyaiswara Pusbangkom, Balai Diklat Keagamaan, hingga Loka Diklat Keagamaan. Mereka akan menjadi ujung tombak penyebaran kurikulum berbasis cinta ini,” jelas Kepala Pusbangkom SDM-PK BMBPSDM, Mastuki.
Ada empat provinsi prioritas penerapan ToF, yakni Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten. Peserta tidak hanya dibekali teori, tapi juga diajak merasakan pengalaman langsung melalui experiential learning.
Menariknya, Mastuki mengibaratkan proses ToF seperti menikmati hidangan istimewa. “Kalau pra-ToF di Garut bulan lalu itu baru seperti mencicipi menu. Nah, kali ini peserta benar-benar menyantap hidangan lengkap dengan aroma khas setiap bumbunya,” ujarnya.
Kurikulum Berbasis Cinta ini diharapkan tidak sekadar menjadi dokumen di atas kertas, melainkan benar-benar hidup di ruang kelas dan menyentuh hati peserta didik.
Comments are closed.