Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Wonosobo Gemparkan Jember Fashion Carnaval, Kostum “Biawak Legendaris” Jadi Sorotan Nasional

METROJATENG.COM, WONOSOBO – Kabupaten Wonosobo benar-benar mencuri panggung di ajang Wonderful Archipelago Carnival Indonesia (WACI) 2025, bagian dari Jember Fashion Carnaval (JFC) ke-23 yang mengusung tema “EVOLUXION”. Bukan hanya karena menjadi satu-satunya wakil Jawa Tengah, tetapi juga karena menghadirkan kostum yang sukses membuat penonton terpukau sekaligus tersenyum, yaitu Kostum Biawak Wonosobo.

Deretan model dari Wonosobo Extravaganza Costume Association (WECA) melenggang gagah di jalanan Jember. Sebanyak 11 kostum megah hasil kolaborasi dengan Sanggar Ngesti Laras dipamerkan, lengkap dengan iringan 15 penari yang membawakan Tari Bundengan, Tari Nglaras, dan Tari Topeng Lengger Punjen. Setiap gerakan tari, setiap denting alat musik bundengan, seperti membawa penonton langsung terbang ke dataran tinggi Wonosobo.

“Bundengan dan Lengger Punjen itu ikon yang sudah jadi Warisan Budaya Tak Benda. Melalui panggung ini, kami ingin dunia tahu bahwa Wonosobo punya kekayaan budaya yang luar biasa,” kata Kabid Promosi dan Pemasaran Disparbud Wonosobo, Fatonah Ismangil.

Namun bintang pertunjukan kali ini jelas adalah Kostum Biawak Wonosobo. Terinspirasi dari patung biawak viral yang sempat heboh di media sosial, kostum ini tampil eksentrik, penuh detail, dan tak ragu mencuri sorotan kamera. Selain Biawak, ada pula Kostum Pringgitan Pendopo Kabupaten Wonosobo dan Kostum Domba Wonosobo, tiga karya terbaik yang sebelumnya menang di ajang Wonosobo Night Fashion Carnival (WNFC) 2025.

Tak berhenti di situ, Wonosobo juga membawa empat kostum ikonik bertema “Magnificent Heritage”: Mystical Heritage, Artistry Heritage, Artifact Heritage, dan Ancient Heritage. Bahkan karya legendaris seperti Ruwatan Rambut Gimbal dan Lengger Punjen Mahakarya Setjanegaran pun hadir dalam versi terbaru, membuktikan bahwa tradisi bisa terus berevolusi tanpa kehilangan ruhnya.

Kesuksesan ini lahir dari sinergi besar. Dukungan datang dari RSUD KRT Setjonegoro, Dinas Kesehatan, Bank Wonosobo, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, hingga PT. Tambi Wonosobo. Kolaborasi lintas sektor ini jadi bukti bahwa pelestarian budaya bisa berjalan seiring inovasi dan ekonomi kreatif.

Dengan gebrakan ini, Wonosobo tak hanya tampil di karnaval, tetapi juga menegaskan diri sebagai pusat kreativitas yang mampu mengemas sejarah, tradisi, dan ikon lokal menjadi tontonan kelas dunia.

Comments are closed.