Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Tahun 2023 OJK Catat 76.200 Pengaduan

Masyarakat Dihimbau Untuk Berhati-Hati Terhadap Link yang Dikirimkan dari Pihak yang Tdak Dikenal

0

METROJATENG.COM, SEMARANG –  Otoritas Jasa Keuangan dan Kementerian Keuangan terus mendorong inklusi dan partisipasi masyarakat Jawa Tengah melalui pemanfaatan instrumen investasi milik negara dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Penegasan ini dikemukakan Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY Sumarjono dalam paparannya pada acara “Edukasi dan Sosialisasi Surat Berharga Negara” yang diselenggarakan hasil kerja sama antara OJK Kantor Regional 3 Jawa Tengah dan DIY dengan Kementerian Keuangan di Semarang, Jumat (16/6/2023).

“Diperlukan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah dan industri jasa keuangan, agar masyarakat semakin memahami dan memiliki kemampuan mengidentifikasi jenis instrumen investasi dan produk keuangan lainnya,” kata Sumarjono.

Lebih lanjut Sumarjono menyampaikan  berdasarkan Survei Nasional Literasi Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2022, gap antara inklusi dan literasi secara nasional mencapai 35,42 persen. Kondisi tersebut berbanding lurus dengan tingginya pengaduan  konsumen yang diterima OJK pada tahun 2023 (76.201 pengaduan).

Sampai dengan 12 Juni 2023, OJK mencatat terdapat 1.931 laporan kasus pengaduan fraud eksternal (di luar lembaga jasa keuangan) dengan tren modus penipuan saat ini adalah sniffing (penyadapan melalui internet) dan pinjaman online ilegal di Jawa Tengah.

“Masyarakat dihimbau untuk berhati-hati terhadap link yang dikirimkan dari pihak yang tidak dikenal, link tersebut berisi aplikasi program yang dapat mengakses semua data keuangan yang penting sehingga dapat dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggungjawab,” kata Sumarjono.

Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Deni Ridwan selaku narasumber menyampaikan bahwa untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional, perlu dilakukan penguatan peran APBN dan melanjutkan konsolidasi kebijakan fiskal secara berkelanjutan melalui pengembangan instrumen pembiayaan inovatif.

Salah satu instrumen pembiayaan tersebut adalah SBN Ritel dengan beberapa keuntungan berinvestasi antara lain aman karena pembayaran kupon dan pokok dijamin oleh Negara, harga terjangkau dengan pembelian minimal Rp1 juta, kemudahan akses dan ikut mendukung pembangunan nasional di Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, investor dari Jawa Tengah untuk SBR012-T2 dan SBR012-T4 mencapai Rp1.035 T yang didominasi oleh pegawai swasta  28,4 persen sementara PNS 7,6 persen Dari jumlah tersebut 57 persen investor adalah perempuan.

Sosialisasi diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat seperti perwakilan lembaga negara, ASN, TNI/Polri, pelaku UMKM dan perwakilan Industri Jasa Keuangan baik secara luring maupun daring. Untuk itu, melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan

pemahaman masyarakat terhadap instrumen investasi milik negara tersebut sehingga terwujud masyarakat yang berorientasi pada investasi jangka panjang dan menengah. (tya)

Leave A Reply

Your email address will not be published.