Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Semarang Raih Predikat Tertinggi Kota Layak Anak 2025, Kado Manis Jelang HUT RI ke-80

METROJATENG.COM, SEMARANG – Jelang peringatan kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, Kota Semarang membawa pulang kado istimewa. Kota ini resmi meraih ‘Predikat Utama’, peringkat tertinggi dalam Penganugerahan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2025.

Penghargaan prestisius tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifah Fauzi, kepada Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti di Jakarta. Dengan pencapaian ini, Semarang masuk jajaran eksklusif 22 kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang berhasil meraih level tertinggi penilaian KLA tahun ini.

“Predikat Utama ini adalah bukti nyata kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen, pemerintah, lembaga, hingga masyarakat  dalam menciptakan lingkungan aman dan ramah anak,” ungkap Agustina.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno menegaskan, penghargaan ini bukan sekadar seremoni. “Membangun kota ramah anak adalah tanggung jawab bersama. Kota kita bukan hanya layak huni, tetapi juga layak dicintai,” ujarnya, sembari menekankan pentingnya ruang publik aman seperti taman bermain dan jalur sepeda di tengah derasnya arus digitalisasi.

Senada, Menteri PPPA Arifah Fauzi menyebut bahwa KLA kini masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, menandakan bahwa mewujudkan kota layak anak telah menjadi prioritas nasional.

Agustina pun mengajak seluruh warga untuk menjadikan penghargaan ini sebagai dorongan agar Semarang tak hanya bertahan di puncak, tapi terus berinovasi.

“Ini bukan akhir perjalanan. Kita akan terus mengembangkan program yang menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus bagi mereka. Semarang harus menjadi rumah terbaik bagi generasi penerus,” tegasnya.

Dengan prestasi ini, Kota Semarang tidak hanya membuktikan diri sebagai kota layak huni, tetapi juga sebagai tempat yang memberi anak-anak ruang untuk tumbuh, bermain, dan bermimpi setinggi langit.

Comments are closed.