Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Hari Anak Nasional 2025: Anak Disabilitas Tampil Memukau, Siap Masuki Dunia UMKM Digital

METROJATENG.COM, JAKARTA — Sorak sorai dan tepuk tangan riuh menggema di Gedung SMESCO Indonesia, Selasa (29/7/2025) siang. Bukan konser artis terkenal, melainkan panggung penuh semangat anak-anak dari berbagai penjuru negeri dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025. Acara ini tidak hanya merayakan masa kecil, tapi juga menyalakan harapan: bahwa setiap anak, dengan segala keunikannya, punya ruang untuk bersinar.

Digelar oleh Kementerian Koperasi dan UKM, kegiatan ini menjadi selebrasi sekaligus panggung ekspresi anak-anak, termasuk dari kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan penyintas penyakit kronis. Mereka tampil percaya diri, menari, menyanyi, bahkan memamerkan hasil karya yang memukau—membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.

Anak-anak dari Sekolah Luar Biasa (SLB) menjadi bintang panggung ketika mereka menyanyikan lagu-lagu daerah dengan penuh penghayatan. Getar suara mereka tak hanya menyentuh hati, tetapi juga menggugah kesadaran: potensi mereka layak dirayakan, bukan dikasihani.

Dari Panggung ke Pasar Digital

Mengusung tema “Anak Cerdas dan Mandiri, Bersama UMKM Membangun Masa Depan Indonesia Emas”, acara ini menjadi titik temu antara dunia perlindungan anak dan pemberdayaan ekonomi. Kementerian UMKM dan Kementerian Sosial pun mengumumkan langkah strategis: menjembatani anak-anak disabilitas masuk ke pasar digital lewat kerja sama dengan e-commerce seperti Shopee.

“Anak-anak ini bukan hanya penerima bantuan. Mereka calon pengusaha, desainer, bahkan kreator brand masa depan,” kata Fatma Saifullah Yusuf, Penasihat I Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemensos, yang hadir mewakili Menteri Sosial.

Ia menjelaskan bahwa Kemensos tengah mempersiapkan program khusus, termasuk pelatihan desain, penguatan branding, hingga promosi digital. Targetnya, produk buatan anak-anak disabilitas bisa punya identitas sendiri dan menembus pasar ritel maupun daring.

“Sudah kami rintis juga kerja sama dengan pemilik lahan ritel di mall. Harapannya, mereka punya gerai tetap. Bukan sekadar produk yang dijual, tapi kisah perjuangan yang menginspirasi,” ungkap Fatma, yang didampingi Ketua DWP Kemensos Veronika Robben Rico dan Wakil Ketua Neni Salahuddin.

Menteri Koperasi dan UKM, Maman Abdurrahman, turut membuka acara dengan pidato yang menyentuh. Ia menegaskan bahwa keterbatasan fisik bukan batas mimpi. “Kita memang tak bisa memilih dilahirkan dari siapa. Tapi kita bisa memilih ingin jadi apa,” katanya, yang disambut sorakan semangat dari anak-anak.

Dalam momen penuh haru, Menteri Maman membacakan puisi karyanya berjudul “Jalan Sang Juara”, yang mengisahkan perjalanan anak-anak tangguh menembus keterbatasan demi meraih masa depan.

Tak hanya kata-kata, dukungan nyata juga ditunjukkan. Beberapa lukisan dan produk kerajinan anak-anak disabilitas yang dipamerkan langsung dibeli oleh Menteri sebagai bentuk apresiasi. Peringatan HAN 2025 bukan sekadar perayaan tahunan. Ini adalah panggung nyata bagi masa depan inklusif.

Comments are closed.