Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Program Tani Muda Dinpertan KP Banyumas Berkembang Pesat, Wujudkan Regenerasi Petani Melalui Semangat Trilas

BERITA ADVETORIAL

METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Regenerasi petani menjadi isu penting bagi masa depan ketahanan pangan Indonesia. Menjawab tantangan ini, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan KP) Kabupaten Banyumas terus mengakselerasi Program Muda Tani, sebuah inisiatif pemberdayaan yang dirancang untuk menarik minat generasi muda terjun ke sektor pertanian. Program ini kini menunjukkan perkembangan pesat dan mulai menumbuhkan ekosistem petani muda yang produktif dan inovatif, serta selaras dengan program Trilas dari Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono.

Fungsional Perencanaan Dinpertan KP Kabupaten Banyumas, Nine Rusminingrum S.P, menjelaskan bahwa para peserta Muda Tani mendapatkan pendampingan langsung, mulai dari pelatihan dasar pertanian, praktek budidaya, hingga pembekalan teknologi pertanian modern. Saat ini, para petani muda tengah menggarap budidaya tanaman cabai sebagai proyek inkubasi pertama.

“Prosesnya sudah berjalan sejak tahap rekrutmen tim relawan, roadshow online dan offline, rekrutmen peserta Inkubasi Muda Tani 2025, hingga aktivasi media sosial yang sekarang sudah berkembang pesat. Saat ini keanggotaannya sudah mencapai 60 anak muda,” jelas Nine, Minggu (30/11/2025).

Menurut Nine, tantangan terbesar sektor pertanian hari ini adalah menurunnya minat generasi muda. Rata-rata usia petani Indonesia telah melampaui 50 tahun, sementara partisipasi di bawah usia 35 tahun hanya menyentuh sekitar 3 persen. Banyak anak muda memandang pertanian sebagai pekerjaan berat, tidak menjanjikan, dan kurang modern.

“Melihat urgensi tersebut, program Muda Tani hadir sebagai solusi kolaboratif untuk meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam pertanian. Fokusnya tidak hanya pada peningkatan kapasitas, tetapi juga pemanfaatan teknologi dan inovasi lintas sektor,” tambahnya.

Program ini juga sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan dan mendorong tercapainya ketahanan pangan di tingkat daerah maupun nasional. Dengan pendekatan modern, Muda Tani diharapkan mampu menjadikan pertanian sebagai bidang yang menarik, berdaya saing, dan menguntungkan bagi generasi muda.

Caption Foto : Sosialisasi program Tani Muda di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. (Foto : Dok. Dinpertan KP Banyumas).

 

Aksi Kolaborasi untuk Pertanian Masa Depan

Di Kabupaten Banyumas, hampir 90 persen petani berusia di atas 50 tahun. Dalam 5–10 tahun ke depan, kebutuhan regenerasi menjadi sangat mendesak. Melalui Program Muda Tani, Dinpertan KP membangun ekosistem pembelajaran baru untuk mempersiapkan pemuda menjadi petani masa depan yang kompeten.

“Muda Tani bukan hanya pelatihan teknis. Ini adalah ruang inovasi yang mendorong kewirausahaan anak muda di sektor pertanian. Kami menggabungkan teknologi tepat guna, kearifan lokal, dan praktik berkelanjutan agar sektor ini mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim dan dinamika sosial,” kata Nine.

Program ini juga membuka peluang ekonomi baru berbasis pertanian modern, sehingga mampu menggerakkan perekonomian desa. Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas, dan pemuda, Muda Tani diarahkan untuk memberikan dampak jangka panjang pada pembangunan pertanian Banyumas.

“Kami ingin memperkuat sinergi antara pemuda dan pemerintah daerah agar pembangunan sektor pertanian semakin cepat, terarah, dan berkelanjutan. Ketahanan pangan masa depan bergantung pada sejauh mana generasi muda mau terlibat,” tutup Nine.

Comments are closed.