Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Menuju Banyumas Sehat, Sinergi Lintas Sektor Tekan AKI dan AKB

BERITA ADVETORIAL

METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten Banyumas terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan generasi yang sehat sejak dini. Lewat langkah nyata dan kolaborasi lintas sektor, berbagai program strategis digulirkan untuk menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di wilayahnya.

Dalam Sarasehan Kesehatan yang digelar Jumat (25/7/25) di Ruang Joko Kaiman, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menegaskan pentingnya perhatian serius terhadap isu kesehatan ibu dan anak. “Kesehatan generasi muda Banyumas harus dimulai sejak dalam kandungan. Kami terus mendorong intervensi nyata demi mencegah kasus-kasus yang merenggut masa depan mereka,” tegasnya.

Menurut data Dinas Kesehatan Banyumas, hingga pertengahan 2025 tercatat 9.197 ibu hamil. Namun, dari jumlah itu, 2.790 ibu atau sekitar 30% masuk dalam kategori risiko tinggi. Tragisnya, terdapat sembilan kasus kematian ibu dalam periode tersebut, mayoritas terjadi pada masa nifas.

Kepala Dinas Kesehatan, dr. Widyana Grehastuti, menjelaskan bahwa sebagian besar kematian disebabkan oleh komplikasi seperti pendarahan postpartum dan preeklampsia. Namun, beberapa juga dipicu oleh kondisi lain seperti gangguan ginjal kronis hingga emboli air ketuban.

“Angka ini tentu menjadi perhatian serius. Kami telah menyusun rencana tindak lanjut berdasarkan hasil audit maternal perinatal. Tujuannya jelas: menekan angka kematian ibu dan bayi secara signifikan,” ungkap Widyana.

Caption Foto : Kepala Dinas Kesehatan, dr. Widyana Grehastuti, menjelaskan penyebab sebagian besar kematian ibu dan bayi dalam Sarasehan Kesehatan yang digelar Jumat (25/7/25). (Foto : Dok. Prokompim).

Enam Langkah Strategis untuk Ibu dan Anak Banyumas

Dinas Kesehatan Banyumas merancang enam program unggulan, antara lain:

  1. Penyempurnaan pedoman penanganan preeklampsia dan induksi persalinan

  2. Monitoring intensif pelayanan KIA di semua fasilitas kesehatan

  3. Skrining calon ibu sejak usia remaja dan pranikah

  4. Intervensi untuk kehamilan usia remaja

  5. Standarisasi keterampilan tim gawat darurat rumah sakit

  6. Integrasi program AKI-AKB dalam perencanaan anggaran kesehatan reproduksi

Tak hanya ibu, perhatian juga diberikan pada bayi yang baru lahir. Dari 8.567 kelahiran hidup pada semester 1, tercatat 745 bayi lahir dengan berat badan rendah dan 1.840 bayi memiliki panjang badan di bawah standar. Total, terdapat 114 kasus kematian bayi, dengan puncak tertinggi pada bulan April.

Sebagai bentuk dukungan, Bupati Sadewo mendorong penyediaan ruang rawat inap di seluruh puskesmas serta pemetaan data kehamilan anak usia dini. “Ini bagian dari upaya menyeluruh agar tak ada satu pun yang terabaikan,” ujarnya.

Langkah cepat pun diambil, Pemkab Banyumas langsung menggandeng Kantor Kemenag dan Dinas Pendidikan Banyumas untuk memperkuat edukasi pranikah dan kesehatan reproduksi melalui kurikulum sekolah dan penyuluhan masyarakat.

Kepala Kemenag Banyumas, Ibnu Asadudin, turut menyampaikan dukungan penuh. “Kami sudah siapkan program bimbingan remaja usia nikah, serta memberdayakan lebih dari 500 penyuluh yang siap bersinergi dengan Dinas Kesehatan,” katanya.

Upaya kolektif yang dilakukan Pemkab Banyumas adalah bukti bahwa kesehatan ibu dan anak adalah investasi masa depan. Melalui strategi terukur dan kolaborasi lintas lembaga, Banyumas optimistis mampu mewujudkan masyarakat yang produktif, adil dan sejahtera (Banyumas PAS).

Comments are closed.