METROJATENG.COM, JAKARTA – Kabar baik bagi para guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) di seluruh Indonesia, Kementerian Agama melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah resmi meluncurkan program Kursus Bahasa Inggris dengan skema beasiswa penuh bagi 300 guru MI terpilih.
Program ini tak hanya membuka jalan bagi peningkatan kompetensi profesional guru, tetapi juga menjadi langkah strategis menghadapi tantangan kurikulum dan tuntutan zaman di era global.
“Ini adalah ikhtiar serius kami agar guru MI siap mengajarkan Bahasa Inggris dengan metode yang menyenangkan dan sesuai kebutuhan anak,” kata Direktur GTK Madrasah, Thobib Al Asyhar.
Tak tanggung-tanggung, pelatihan yang digelar secara daring ini menggandeng Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta melalui Regional English Language Office (RELO), serta organisasi pengajar internasional TESOL (Teachers of English to Speakers of Other Languages).
Menurut Thobib, kolaborasi ini menunjukkan pentingnya dukungan jaringan global dalam meningkatkan kualitas pendidikan madrasah. “Melibatkan RELO dan TESOL menjadi jaminan kualitas. Kita ingin pelatihan ini berstandar internasional,” tegasnya.
Dalam kursus ini, peserta tidak hanya belajar tata bahasa atau kosa kata. Mereka akan dibekali keahlian yang menyeluruh: mulai dari pemetaan kebutuhan bahasa anak, strategi pengajaran empat keterampilan utama (listening, speaking, reading, writing), hingga asesmen dan pendekatan pedagogis yang ramah usia.
Tujuannya agar guru MI diharapkan lebih percaya diri dan efektif dalam mengajarkan Bahasa Inggris, bahkan sejak dini. Bagi para guru MI yang ingin ambil bagian dalam program eksklusif ini, pendaftaran telah dibuka dari 24 hingga 31 Juli 2025 melalui laman resmi https://s.id/KursusguruMI. Karena kuota sangat terbatas, hanya untuk 300 guru. peserta diimbau segera mendaftar sebelum slot habis.
Direktorat GTK Madrasah berharap, melalui program ini, madrasah ibtidaiyah tak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga siap membentuk generasi yang melek bahasa asing sejak dini.
“Ini investasi jangka panjang. Bahasa Inggris bukan sekadar mata pelajaran, tapi jendela menuju dunia yang lebih luas,” tutup Thobib.
Comments are closed.