METROJATENG.COM, JAKARTA – Kabar baik bagi guru dan calon guru, Kementerian Agama (Kemenag) kembali membuka kesempatan meraih pendidikan tinggi melalui program beasiswa Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), sebagai bagian dari langkah nyata mencetak tenaga pendidik profesional di era digital.
Beasiswa ini ditujukan bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Bahasa Arab, dan Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan dapat diakses melalui Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, satu-satunya kampus berbasis siber milik Kemenag yang fokus pada pengembangan pendidikan digital.
Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Keagamaan (Puspenma) Kemenag, Ruchman Basori, menegaskan bahwa pelatihan saja tidak cukup untuk meningkatkan kualitas guru. “Guru harus terus upgrade kualitasnya, termasuk lewat studi lanjut S1 bahkan S2. Ini adalah bagian dari amanat Undang-Undang Guru dan Dosen,” ujarnya.
Menurutnya, beasiswa ini bukan hanya untuk mengejar gelar, tetapi juga untuk menjawab tantangan zaman yang makin kompleks dan digital. “Ini adalah pilot project penting Kemenag, dan kami berharap makin banyak guru bisa terlibat,” tambahnya.
Tahun 2025 ini, program PJJ Kemenag mencatat peminat tinggi dengan 2.451 pendaftar. Setelah seleksi administrasi, tersisa 1.538 orang yang lanjut ke tahap akademik dan tes skolastik. Saat ini, 792 peserta tengah menjalani tes wawancara yang berlangsung dari 17 hingga 19 Juli 2025.
Sejak dimulai pada 2022, program beasiswa PJJ telah menjangkau 3.313 mahasiswa, dan tahun ini cakupannya diperluas. Tidak hanya PAI, tetapi juga untuk jurusan PGMI dan Bahasa Arab.
Program ini juga merupakan hasil sinergi Kemenag dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Sejak kerja sama dimulai, lebih dari 7.000 penerima beasiswa dari Keluarga Besar Kemenag telah mengakses beasiswa untuk studi S1, S2, hingga S3, baik di dalam maupun luar negeri.
Dengan semakin terbukanya akses pendidikan berkualitas secara digital, Kemenag berharap para guru dapat menjadi garda depan transformasi pendidikan Indonesia, khususnya dalam dunia keagamaan.
Comments are closed.