Angkutan Gratis di Magelang Mulai Dioperasikan Hari Ini, Pelajar Pelosok Kini Tak Perlu Khawatir Soal Transportasi
METROJATENG.COM, MAGELANG – Pemerintah Kabupaten Magelang mulai mengoperasikan Angkutan Pelajar Aman (APA) secara resmi hari ini, Senin (14/7/2025). Layanan transportasi gratis ini menjadi angin segar bagi pelajar di wilayah pedesaan, khususnya mereka yang selama ini kesulitan menjangkau sekolah karena keterbatasan akses dan kondisi ekonomi.
Melalui program ini, Pemkab Magelang menegaskan komitmennya untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) dan memperluas kesetaraan akses pendidikan di daerah terpencil. Bupati Grengseng Pamuji menilai, program ini bukan hanya solusi transportasi, tetapi langkah konkret menuju keadilan pendidikan bagi semua anak Magelang.
“Kami ingin memastikan setiap anak, di manapun tinggalnya, punya akses yang sama terhadap pendidikan. Ini bukan soal moda transportasi semata, ini soal keadilan,” tegas Bupati Grengseng.
Pada tahap awal, program APA beroperasi di tiga jalur prioritas:
-
Muntilan – Mungkid – Sawangan
-
Tegalrejo – Sorobayan – Sidomulyo – Pakis
-
Kota Magelang – Bandongan – Kaliangkrik
Setiap jalur dilayani oleh lima unit kendaraan, bekerja sama dengan koperasi angkutan pedesaan menggunakan sistem sewa harian. Tak tanggung-tanggung, jam operasional pun disesuaikan dengan kebutuhan pelajar: antar pada pukul 05.30–07.00 WIB dan jemput pukul 13.00–14.30 WIB.
Di luar waktu itu, sopir bisa melayani penumpang umum, sehingga program ini juga menjadi sumber pendapatan baru bagi para pengemudi yang selama ini mengeluhkan sepinya penumpang.
“Dishub telah menetapkan indeks sewa Rp152.250 per hari per unit, dan pembayaran dilakukan setiap Jumat usai pelaporan aktivitas mingguan,” terang Mashadi, Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang.
Uji Coba 35 Hari, Target 29 Trayek pada 2029
Program APA akan diuji coba selama 35 hari sekolah, hingga 30 Agustus 2025. Hasil evaluasinya akan menjadi dasar pengembangan lebih luas. Pemkab menargetkan perluasan trayek secara bertahap: 9 trayek pada September 2025, 16 trayek pada 2026, 21 trayek pada 2027, dan 29 trayek pada 2029.
Tak hanya membantu pelajar, program ini diharapkan memberi efek ganda: mengurangi ketimpangan pendidikan sekaligus mendorong geliat ekonomi pedesaan melalui optimalisasi transportasi lokal.
Dengan Angkutan Pelajar Aman, Magelang menunjukkan bahwa keberpihakan pada generasi muda tidak sekadar wacana. Ini langkah kecil dengan dampak besar, menuju Magelang yang Aman, Nyaman, Religius, Unggul, dan Sejahtera (ANYAR GRESS).
Comments are closed.