PKS Dorong Kedaulatan Pangan Lewat Prinsip “CAPING”: Strategi Baru Memuliakan Petani, Peternak, dan Nelayan
METROJATENG.COM, JAKARTA — Setelah rampungnya Musyawarah Majelis Syura (MMS) PKS, DPP PKS langsung tancap gas menyusun kepengurusan baru untuk periode 2025–2030. Tak hanya soal struktur internal, partai juga merumuskan strategi yang lebih tajam dan menyentuh langsung kebutuhan rakyat, terutama mereka yang bekerja di sektor pangan, yaitu para petani, peternak, dan nelayan.
Sektor ini ditangani secara khusus oleh Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan (BPPN) PKS, yang sejak 2015 terus menunjukkan peran aktifnya dalam isu-isu pangan nasional. Ketua DPP PKS Bidang BPPN, Riyono Caping, menegaskan bahwa partainya tak akan tinggal diam menghadapi berbagai tantangan pangan.
“Presiden PKS sudah menegaskan: BPPN harus jadi corong suara partai dalam isu pangan nasional. Kita tetap kritis, tapi juga solutif,” kata Riyono.
Menurutnya, kerja-kerja BPPN selama satu dekade terakhir telah menjadi pijakan kuat. Program-program seperti One Day One Fish, Pasar Tani, hingga Sekolah Tani Ternak Nelayan (STTN) terbukti efektif dan akan diperluas ke seluruh Indonesia.
Namun di periode baru ini, BPPN hadir dengan semangat baru yang dibingkai dalam satu prinsip kerja bernama CAPING—akronim yang tak hanya lekat dengan kehidupan petani, tapi juga menjadi simbol gerakan perjuangan PKS di akar rumput.
“CAPING adalah nilai dan arah kerja kami lima tahun ke depan, C untuk Cepat, sigap dalam merespons kebutuhan di lapangan, A untuk Akurat, memastikan program sesuai fakta dan data, P untuk Pinter, cerdas dalam eksekusi dan inovasi, I untuk Inisiatif, aktif mendengar dan menyelesaikan masalah, N untuk Neladani, menjadi panutan dalam etos kerja dan pelayanan dan G untuk Gembira, karena kerja untuk rakyat harus membawa kebahagiaan.
“Kami ingin petani, peternak, dan nelayan tidak hanya diperhatikan saat kampanye, tapi benar-benar dilibatkan sebagai subjek pembangunan,” tegas Riyono, yang juga anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS.
Ia pun optimistis bahwa kerja konkret BPPN akan berkontribusi signifikan pada peningkatan suara PKS di Pemilu 2029.
“PKS adalah partai wong cilik. Petani dan nelayan bukan sekadar pemilih, mereka adalah pejuang pangan bangsa. Dan kami akan terus memperjuangkan mereka,” pungkasnya.
Comments are closed.