Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Wali Kota Semarang Genjot Layanan Kesehatan Dari Rumah ke Rumah

METROJATENG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang terus memacu gas di sektor kesehatan demi mewujudkan kota yang sehat dan inklusif. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti  dan Wakil Wali Kota Iswar, program Semarang Sehat menjadi lokomotif utama perubahan, bukan sekadar slogan, tetapi langkah konkret menuju pelayanan kesehatan tanpa batas.

Salah satu gebrakan terbaru adalah perluasan jangkauan Jaminan Kesehatan Semesta (UHC) dan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi ribuan pekerja rentan. Sampai dengan bulan lalu, tercatat lebih dari 28 ribu warga sudah merasakan manfaatnya, dan ke depan, kuota ini akan bertambah 10.800 peserta per bulan hingga akhir tahun. Target besar mencapai 230 ribu warga terlindungi secara menyeluruh.

“Bukan karena kami berharap masyarakat jatuh sakit, justru sebaliknya, kami ingin mereka merasa aman dan tenang. Kalau sakit, tidak menanggung sendiri,” kata Agustina.

Langkah ini bukan sekadar data di atas kertas. Warga mulai merasakan kehadiran negara, terutama saat penyakit umum seperti infeksi saluran pernapasan menyerang. Kini, berobat tak lagi jadi beban, tapi bagian dari hak sebagai warga.

Tak hanya itu, Pemkot Semarang juga memberi perhatian khusus pada mereka yang bekerja di garis depan ekonomi,  pekerja informal dan rentan. Lewat program Pijar Semar, lebih dari 7.200 pekerja telah didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, sepenuhnya dibiayai dari APBD.

“Ini bukan jumlah kecil. Kami mendengar langsung dari masyarakat, dan sekarang kami jawab dengan tindakan nyata,” tegas Agustina.

Tak hanya jaminan, akses dan fasilitas juga jadi sorotan. Pemkot kini mendorong peningkatan infrastruktur, mulai dari pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) hingga kerja sama strategis dengan rumah sakit swasta. Setiap kecamatan ditargetkan memiliki layanan rujukan kesehatan yang layak dan terjangkau.

“Kalau belum bisa bangun rumah sakit, ya gandeng yang sudah ada. Intinya, warga tidak boleh kesulitan saat butuh layanan medis,” tambahnya.

Program Semarang Sehat bukan hanya tentang angka, tapi tentang nyawa dan masa depan. Di tangan pemimpin yang responsif, Semarang kini melangkah lebih pasti menuju kota yang sehat, kuat, dan peduli.

Comments are closed.