Sukses Percepat Tanam, Dinpertan KP Banyumas Catat Kenaikan Luas Tanam Signifikan
BERITA ADVETORIAL
METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Kabupaten Banyumas kembali mencatat prestasi membanggakan di sektor pertanian. Selama periode Maret hingga Mei 2025, Banyumas berhasil melakukan percepatan tanam seluas 20.062 hektar, sebuah lompatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hasilnya, luas tanam padi meningkat hingga 4.863 hektar, dan hal ini akan berdampak langsung pada meningkatnya hasil panen para petani lokal.
Keberhasilan ini bukan terjadi begitu saja. Menurut Sub Koordinator Tanaman Pangan sekaligus Penyuluh Pertanian Ahli Muda di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan KP) Banyumas, Danang Widyarto SP, keberhasilan ini didukung oleh beberapa faktor penting seperti percepatan tanam, serta optimalisasi pompanisasi dan irigasi perpompaan.
“Dengan adanya percepatan tanam, potensi kekurangan air pada tanaman bisa ditekan. Sistem pompanisasi dan irigasi yang terus ditingkatkan membuat suplai air untuk pertanian relatif aman,” jelas Danang pada Selasa (10/6/2025).
Tak hanya soal teknis, percepatan tanam juga merupakan langkah strategis dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Wilayah-wilayah dengan ketersediaan air mencukupi dan minim gangguan hama menjadi prioritas utama dalam program ini.
“Dengan adanya percepatan tanam di periode bulan tersebut, tahun ini terjadi peningkatan luas tambah tanam padi seluas kurang lebih 4.863 hektar, karena adanya Peningkatan Indeks Pertanaman (PIP) padi dari IP 100 (tanam 1 kali dalam 1 tahun) menjadi IP 200 (tanam 2 kali dalam 1 tahun) yaitu di Kecamatan Purwojati 859 Ha, Gumelar 746 Ha, Rawalo 636 Ha, Lumbir 527 Ha, Wangon 596 Ha, Patikraja 287 Ha, Kalibagor 259 Ha, Somagede 218 Ha, Cilongok 166 Ha, Kembaran 149 Ha, Jatilawang 146 Ha, Banyumas 140 Ha dan Sokaraja 54 Ha,” papar Danang.

Dukungan Pemerintah Daerah
Sinergitan di bidang pertanian juga ditunjukan dengan adanya Surat Edaran (SE) Nomor 500.6.1/134/Tahun 2025 tentang gerakan percepatan tanam dan peningkatan produksi padi di Banyumas. Dalam SE tersebut, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono meminta agar wilayah-wilayah melakukan penambahan luas tanam padi melalui peningkatan indeks pertanaman dan perluasan area tanam padi dengan irigasi permukaan, pompanisasi, pipanisasi, sumur, embung, bendungan, sistem tanam tumpang sisip, tumpangsari tanaman perkebunan dan optimalisasi lahan.
Petani juga disarankan untuk menggunakan varietas padi unggul dengan potensi produksi tinggi, umur pendek (super genjah), tahan terhadap serangan hama dan penyakit serta mempunyai daya adaptasi terhadap perubahan iklim (varietas tahan kekeringan).
Program percepatan tanam ini tak hanya menguntungkan secara angka, tetapi juga memberikan harapan baru bagi para petani di Banyumas. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan teknologi yang terus ditingkatkan, pertanian Banyumas sedang menuju arah yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan. Inisiatif ini menjadi bukti bahwa dengan sinergi antara petani, teknologi, dan kebijakan yang tepat, sektor pertanian bisa menjadi ujung tombak ketahanan pangan daerah.
Comments are closed.