DPR RI Soroti Profesionalitas Petugas Haji: Satu Nyawa Jemaah Terlalu Berharga untuk Diabaikan
METROJATENG.COM, JAKARTA – Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Adies Kadir, mengingatkan pentingnya profesionalitas para petugas haji. Bagi Adies, satu nyawa jemaah haji bukan sekadar angka, itu adalah amanah yang tak bisa dinegosiasi.
“Satu nyawa pun sangat berharga. Jangan sampai kita menormalisasi kematian jemaah hanya karena mereka bagian dari rombongan besar,” ujar Adies dengan nada serius.
Sebagai Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Adies menyoroti fakta bahwa masih ada petugas haji yang dikirim tanpa pengalaman berhaji atau bahkan umrah. Menurutnya, hal ini sangat berisiko terhadap keselamatan dan kenyamanan jemaah di Tanah Suci.
“Petugas itu harus tahu tugasnya bukan untuk ibadah pribadi, tapi untuk mendampingi. Kalau belum pernah haji atau umrah, minimal harus dapat pelatihan yang jelas, terukur, dan sesuai standar,” tegasnya.
Adies mendesak Kementerian Agama dan pihak terkait untuk tidak lagi menunda pembekalan teknis maupun mental bagi calon petugas haji. Ia menilai bahwa masa persiapan harus digunakan sebaik mungkin agar tidak terulang kelalaian yang bisa berdampak fatal.
“Ibadah haji bukan sekadar soal niat. Ini butuh fisik, mental, dan yang paling penting: pendampingan profesional dari petugas,” tuturnya.
Tak hanya soal teknis, Adies juga menyentuh sisi kemanusiaan dalam penyelenggaraan haji. Baginya, setiap jemaah adalah pejuang spiritual yang layak mendapatkan perlakuan terbaik dari negara.
“Mereka datang ke Tanah Suci bukan hanya dengan uang, tapi dengan doa, harapan, dan pengorbanan. Negara harus hadir untuk mereka secara total,” ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, Adies menegaskan komitmen DPR untuk terus mengawal peningkatan kualitas penyelenggaraan haji, agar tahun depan lebih baik dan manusiawi.
“Kami di DPR berkomitmen bersama pemerintah untuk memastikan haji tahun depan lebih tertata, lebih profesional, dan yang paling penting: lebih aman dan nyaman bagi seluruh jemaah Indonesia,” pungkasnya.
Comments are closed.