Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

DPR RI Bongkar Ketimpangan Ojol : Regulasi Ada, Perlindungan Nihil

METROJATENG.COM, JAKARTA – Sorotan tajam datang dari Anggota Komisi V DPR RI, Reni Astuti, yang menyerukan perlunya tindakan nyata dan berpihak terhadap nasib para pengemudi ojek online (ojol). Dalam Forum Legislasi bertema “Efisiensi RUU Transportasi Online” di Kompleks Parlemen, Senayan, ia menegaskan: “Cukup sudah diskusi tanpa arah, driver ojol butuh solusi konkret!”

Pernyataan Reni bukan tanpa alasan. Menurutnya, keluhan para ojol yang terus mengalir melalui demonstrasi dan forum resmi seperti RDPU sudah terlalu lama tak membuahkan hasil. “Mereka bekerja keras setiap hari, tapi belum bisa hidup layak. Sampai kapan kesejahteraan mereka hanya jadi mimpi?” katanya.

Politisi dari Fraksi PKS itu juga menyoroti lemahnya pengawasan Kementerian Perhubungan terhadap kebijakan pemotongan pendapatan driver. Ia menyebut adanya perbedaan besar antara regulasi dan kenyataan di lapangan. “Permenhub menyebut maksimal 20% potongan, tapi kenyataannya bisa sampai 50%! Ini sudah keterlaluan. Harus ada audit terbuka!”

Reni tak hanya bicara soal angka, tapi juga soal nurani. Ia membawa ke permukaan kisah menyentuh dari driver ojol perempuan—yang menjadi tulang punggung keluarga dan harus berjuang hingga larut malam di jalanan demi menghidupi anak-anaknya. “Ini bukan sekadar pekerjaan, ini perjuangan hidup. Harus ada keberpihakan nyata dari negara!”

Ia pun mendorong langkah cepat dari pemerintah. “Kalau Undang-Undang masih butuh waktu, Kemenhub harus turun langsung sekarang. Dua sampai tiga bulan ke depan, rakyat ingin lihat aksi, bukan lagi wacana.”

Penegasan Reni bahwa ekosistem transportasi daring yang adil akan menguntungkan semua pihak juga mendapat perhatian. “Kalau driver dan aplikator bisa tumbuh bersama tanpa saling memeras, maka masyarakat sebagai pengguna juga akan menikmati layanan yang lebih baik,” ujarnya.

Comments are closed.