Masyarakat Banyumas Antusias Belanja di GPM, Pemasok Sampai Tambah Barang
BERITA ADVETORIAL
METROJATENG.COM, BANYUMAS – Menyambut bulan Ramadan dan menjelang hari raya Idul Fitri, warga Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas, menunjukkan antusiasme yang luar biasa dalam acara Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak yang digelar oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan KP) Kabupaten Banyumas, bekerja sama dengan berbagai mitra strategis. Tak hanya memenuhi kebutuhan pangan, acara ini juga menjadi tempat belanja yang menyenangkan bagi masyarakat yang ingin membeli berbagai kebutuhan rumah tangga dengan harga terjangkau.
GPM yang digelar di Somagede ini menyediakan berbagai jenis kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, telur, cabai, bawang merah, hingga berbagai produk lainnya yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Tak heran jika dalam waktu singkat, barang-barang tersebut ludes terjual. Saking antusiasnya masyarakat, beberapa penjual bahkan harus menambah stok barang untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.
Kepala Dinpertan KP Kabupaten Banyumas, Ir. Jaka Budi Santosa MM, menjelaskan bahwa acara GPM ini diselenggarakan untuk meningkatkan ketersediaan dan keterjangkauan pangan, dengan mengacu pada strategi 4K (Ketersediaan Pangan, Keterjangkauan Pangan, Kelancaran Distribusi, Komunikasi Efektif). Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk menstabilkan pasokan dan harga pangan, serta membantu masyarakat agar bisa mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah, khususnya menjelang bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap bisa mengendalikan inflasi dan memastikan harga pangan tetap terjangkau untuk masyarakat, terutama yang membutuhkan. Dengan adanya dukungan dana dari APBD Kabupaten Banyumas dan Bank Indonesia Purwokerto, kami bisa menyediakan pangan dengan harga lebih rendah dari pasar,” kata Jaka Budi Santosa.
Dalam GPM kali ini, masyarakat bisa mendapatkan berbagai bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah. Sebagai contoh, beras SPHP dijual seharga Rp 1.300 per kilogram, sementara beras premium dibanderol antara Rp 13.000 hingga Rp 14.400 per kilogram. Minyak goreng Minyakita juga tersedia sebanyak 360 liter dengan harga Rp 15.700 per liter. Tak ketinggalan, gula pasir dijual dengan harga Rp 17.000 hingga Rp 17.500 per kilogram, dan tepung terigu dijual dengan harga mulai Rp 9.000 hingga Rp 11.500 per kilogram.
Bahkan para penjual tidak hanya menyediakan kebutuhan pangan, tetapi juga baju-baju Lebaran yang langsung menarik perhatian warga. Keinginan masyarakat untuk mempersiapkan diri menyambut Hari Raya membuat barang-barang tersebut habis terjual dalam waktu singkat. Karena tingginya permintaan, beberapa penjual terpaksa menambah stok barang dagangannya agar bisa memenuhi kebutuhan para pembeli.
Kepala Bank Indonesia (BI) Purwokerto, Christoveny mengatakan, pihaknya siap berkolaborasi untuk menyediakan pangan murah menjelang bulan Ramadhan. Sebab, hal ini juga berdampak terhadap inflasi. “Semua harus bersinergi untuk menjaga bersama, agar inflasi terkendali menjelang bulan Ramadhan ini,” tuturnya.

Harga Terjangkau
Suwarti, salah seorang warga setempat, mengungkapkan kegembiraannya setelah berbelanja di GPM. “Saya sangat senang bisa mendapatkan harga yang lebih murah untuk kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula. Harganya jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan harga di pasar,” ujarnya.
Suwarti menambahkan, meskipun ia ingin membeli lebih banyak barang, namun terbatas oleh dana. “Namun saya tetap merasa sangat terbantu dengan adanya acara seperti ini. Saya membeli barang-barang yang benar-benar diperlukan dan persediaannya hampir habis,” tambahnya.
Kegiatan GPM ini juga didukung oleh berbagai mitra seperti Bulog Banyumas, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), PT Charoen Pokphand, PT Rita Ritelindo, serta berbagai kelompok tani dan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang merupakan binaan Dinpertan KP Banyumas. Kehadiran berbagai pihak ini memastikan bahwa pasokan barang dapat tercukupi dengan baik.
Seiring berjalannya bulan Ramadan, harga-harga kebutuhan pokok di Kabupaten Banyumas terlihat relatif stabil. Meskipun ada sedikit kenaikan harga, namun semuanya masih dalam batas yang terkendali. Hal ini berkat berbagai upaya yang dilakukan pemerintah, seperti menggelar pasar murah di beberapa titik serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan panic buying.
“Melalui program GPM dan pasar murah lainnya, kami berupaya untuk memastikan harga-harga tetap stabil dan masyarakat tidak merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tambah Jaka Budi Santosa.
Dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini, masyarakat Banyumas, khususnya di Kecamatan Somagede, merasa sangat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok dan persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, stabilitas harga pangan juga menciptakan rasa aman bagi warga yang ingin berbelanja tanpa harus khawatir dengan lonjakan harga yang tidak terkendali.
Kegiatan seperti ini menunjukkan kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan sektor swasta untuk memastikan kesejahteraan masyarakat, terutama di masa-masa yang penuh tantangan seperti menjelang Lebaran. Dengan adanya program seperti GPM, diharapkan masyarakat bisa terus menikmati harga yang terjangkau dan stabil sepanjang Ramadan hingga Idul Fitri.
window.__oai_logHTML?window.__oai_logHTML():window.__oai_SSR_HTML=window.__oai_SSR_HTML||Date.now();requestAnimationFrame((function(){window.__oai_logTTI?window.__oai_logTTI():window.__oai_SSR_TTI=window.__oai_SSR_TTI||Date.now()}))
Comments are closed.