Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Tingkatkan Kesiapsiagaan, BPBD Banyumas Bersama CIMSA Unsoed Gelar Sosialisasi dan Simulasi Bencana di Sekolah

METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Memasuki cuaca ekstrem, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas terus berupaya meningatkan kesiapsiagaan masyarakat berbagai kalangan, termasuk sekolah-sekolah dalam menghadapi bencana. Salah satunya dengan menggelar sosialisasi dan simuasi gempa bumi di SMP Putra Harapan yang berlokasi di Kelurahan Kober, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas.

Analis Pengurangan Risiko Bencana BPBD Banyumas, Iqbal Ariefiyanto mengatakan, sebelumnya para siswa diberikan materi kebencanaan di kelas. Mereka juga dikenalkan dengan Standard Operating Procedure (SOP) saat terjadi gempa bumi. serta membuat jaklur evakuasi.

“Sebelumnya kita berikan materi kebencanaan terlebih dahulu, agar siswa dan guru paham tentang tanda-tanda awal jika terjadi bencana, serta apa saja yang harus dilakukan, bagaimana cara evakuasi yang aman dan lainnya”, terang Igbal di sela-sela simulasi kebencanaan, Sabtu (14/12/2024).

Beberapa hal yang disampaikan antara lain, jika terjadi gempa bumi dan posisi dengan berada di gedung sekolah, maka yang pertama harus dilakukan para siswa adalah menjauhi jendela, tembok dan benda-benda yang mudah jatuh. Setelah itu, berlindung di bawah meja atau furniture lain yang kokoh, lindungi bagian kepala dan jika terdapat lift di gedung, jangan digunakan. Sebaliknya pilihlah tangga darurat jika harus meninggalkan gedung.

“Tadi sudah kita sosialisasikan SOP saat menghadapi gempa bumi, kemudian kita bersama-sama membuat jalur evakuasi. Hal ini penting untuk mengurangi risiko bencana. Selain pemahaman kebencanaan, juga harus ditingkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana”, tuturnya.

Caption Foto : Dalam simulasi bencana di SMP Putra Harapan Purwokerto, siswa yang selamat tampak menolong temannya yang mengalami luka dengan membawa menggunakan tandu. (Foto : Hermiana).

 

Edukasi Kebencanaan

Dalam simulasi kali ini, BPBD Banyumas bekerjasama dengan Center for Indonesia Medical Students Activities (CIMSA) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Dimas Nur Aditya dari CIMSA mengatakan, terjadinya bencana tidak bisa ditebak, meskipun sudah ada peringatan dini dan sejenisnya. Sehingga kesiapsiagaan menghadapi bencana sangat penting.

“Kita bersama BPBD memberikan edukasi kepada para siswa SMP Putra Harapan agar mereka memahami apa saja yang harus dilakukan saat terjadi bencana”, jelasnya.

Simulasi di SMP Putra Harapan tersebut, diawali dengan bunyi nyaring sirine sebagai peringatan terjadinya gempa bumi. Para siswa yang tengah berada di dalam kelas, segera mengambil posisi yang aman dan kemudian berkumpul di lapangan sekolah. Para siswa yang tengah belajar di lantai 2, turun dengan bergantian melalui jalur evakuasi yang telah ditentukan, menuju area terbuka. Tim medis segera berdatangan dan memberikan pertolongan pertama pada siswa yang mengalami luka. (ADV)

 

 

Comments are closed.