Banyak Terobosan, BPBD Banyumas Jadi Tujuan Pembelajaran Kabupaten/Kota Lain
METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Berbagai inovasi dan terobosan yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, membuatnya menjadi tujuan pembelajaran dari kabupaten/kota lain. Mulai dari BPBD Kabupaten Tegal, Pati hingga BPBD Sangau, Kalimantan Barat belajar dari BPBD Banyumas.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banyumas, Barkah mengatakan, salah satu hal yang banyak menjadi bahan pembelajaran adalah program Kecamatan Tanggung Bencana (Kencana), dimana BPBD Banyumas menjadi BPBD pertama yang mendeklarasikan keikutsertaan dalam program Kencana.
“Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meluncurkan gerakan Kencana pada Tahun 2023 dan BPBD Banyumas memandang, hal ini sebagai kesempatan untuk pemenuhan standar minimal dalam pencegahan dan penanganan bencana, sehingga langsung ditindaklanjuti dengan pembentukan Kencana pada 27 kecamatan di Banyumas dan di Jateng, BPBD Banyumas menjadi yang pertama mendeklarasikan Kencana”, jelasnya kepada Metrojateng.com.
Lebih lanjut Barkah memaparkan, dari beberapa kabupaten/kota yang datang ke BPBD Banyumas, sebagian besar terkendala dalam menjalin koordinasi dengan pihak kecamatan, termasuk kendala dalam anggaran.
Berbeda dengan kabupaten/kota lain, BPBD Banyumas mempunyai terobosan jitu dalam menggugah pihak kecamatan untuk menjadi kecamatan Tangguh bencana. Antara lain dengan melakukan audiensi dengan pj bupati, sekda, hingga Bappedalitbang. BPBD Banyumas juga bergerak cepat merancang berbagai macam kegiatan, meskipun anggaran belum dialokasikan.
“Muaranya adalah pada komunikasi, Pak Kalaksa BPBD Banyumas menjalin komunikasi dengan sangat baik ke berbagai pihak, termasuk dengan para camat, sehingga ketika tercetus untuk mengimplementasikan program Kencana, semua kecamatan menyambut baik dan siap untuk bersinergi dengan BPBD”, tuturnya.

Dokumen Renkon
Hal lain yang juga menjadi bahan pembelajaran di BPBD Banyumas adalah penyusunan dokumen rencana kontinjensi (rekon) banjir dan longsor. Dimana BPBD Banyumas telah menyusun dokumen rekon dengan mengacu versi terbaru.
“Dalam penyusunan dokumen rekon ini, kita berkonsultasi ke BPBD Provinsi Jateng, sehingga ketika ada BPBD kabupaten/kota lain yang juga berkonsultasi ke provinsi, dari BPBD Jateng memintanya untuk belajar ke Banyumas”, jelas Barkah.
Dokumen rekon sendiri merupakan pedoman tata cara penanganan kebencanaan, apa saja tindakan yang harus dilakukan, siapa saja yang dilibatkan serta dilengkapi pula dengan skenario bencana bersama dengan peran berbagai pihak dalam penanganan tersebut.
Terobosan lain yang dilakukan BPBD Banyumas adalah terkait pengelolaan logistik, dimana BPBD Banyumas telah menggunakan aplikasi untuk memantau stok logistik, sehingga stok logistik dapat dipantau setiap hari. Pemantauan ini terkait stok logistik yang tersedia, jenisnya hingga waktu kadaluwarsanya. Bahkan bidang kedaruratan dan logistik BPBD Banyumas telah membuat video khusus terkait penanganan darurat bencana serta sistem komandi saat terjadi bencana dan video tersebut menjadi acuan pembelajaran BPBD kabupaten/kota lain.
Berbagai terobosan yang telah dilakukan BPBD Banyumas ini, tak hanya membuatnya menjadi acuan BPBD lain, tetapi juga menjadikan Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Budi Nugroho sering diundang untuk menjadi narasumber di berbagai kabupaten/kota. (ADV)
Comments are closed.