Pilkada Banyumas 2024, Sadewo-Lintarti Nomor Urut 1, Kolom Kosong Nomor 2
METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyumas telah melaksanakan pengundian nomor urut terhadap pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Banyumas pada Senin (23/9/2024) malam di Hotel Aston Purwokerto. Mengingat Pilkada Banyumas 2024 hanya diikuti satu paslon, maka hanya Sadewo Tri Lastiono – Dwi Asih Lintarti yang mengambil nomor pengundian dan mendapatkan nomor urut 1. Sehingga praktis kolom kosong berada di nomor urut 2.
Usai acara pengundian, kepada wartawan Sadewo mengatakan, bahwa pihaknya tetap mewaspadai keberadaan kolom kosong atau kotak kosong. Namun, meskipun begitu target perolehan suara 80 persen tetap diyakini bisa diraih.
“Tetap waspadai kotak kosong, kita akan susun strategi menghadapinya. Tapi, apakah masyarakat Banyumas mau memilih kotak kosong yang tidak ada calonnya? Sebab jika sampai kotak kosong terpilih, akan banyak konsekuensi yang dihadapi Banyumas ke depan, yaitu biaya gelaran pilkada yang mencapai Rp 80 miliar”, ucap Sadewo.
Calon bupati dari PDI Perjuangan ini memaparkan, jika seandainya kotak kosong menang, maka jabatan bupati akan diisi Pj selama satu tahun ke depan dan harus dilakukan pilkada ulang pada Tahun 2025. Untuk Pilkada Banyumas 2024 saja APBD menganggarkan Rp 80 miliar dan dicicil sejak pemerintahan bupati sebelumnya, Husein-Sadewo.
“Saya dengar Rp 80 miliar tidak cukup dan ada penambahan lagi sekitar Rp 16 miliar. Padahal Rp 80 miliar itu dikumpulkan sejak Pak Husein dan saya masih menjabat sebagai bupati dan wakil bupati selama 5 tahun, dan ini hanya punya waktu 1 tahun untuk menganggarkan sebanyak itu”, jelasnya.
Sadewo mengungkapkan, akan banyak pembangunan serta program-program kesejahteraan masyarakat yang terganggu, jika harus melaksanakan pilkada ulang.
“Bukannya anggaran sebanyak itu akan lebih baik jika dipergunakan untuk membangun jalan, membangun sekolah, dan lainnya”, ucapnya.
Sosialisasi Tatap Muka
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Banyumas, dr Budhi Setiawan menyampaikan, target perolehan suara 80 persen diyakini akan tercapai, sebab ada 12 partai politik yang mendukung Sadewo-Lintarti. Pihaknya juga sudah Menyusun tim kampanye serta jadwal kampanye yang melibatkan seluruh partai politik pendukung.
“Untuk ketua tim pemenangan saya sendiri dan sebagian jadwal kampanye sudah kita susun. Rencanaya, kita akan lebih banyak menggelar pertemuan tertutup yang dilakukan pada tiap kecamatan. Dan pada setiap acara sosialisasi tersebut, kita libatkan seluruh partai pendukung”, terangnya.
Mantan Ketua DPRD Banyumas ini juga memaparkan konsep sosialisasi untuk masyarakat luas, yaitu dengan menggunakan mobil berkeliling ke kecamatan dan desa-desa.
“Masifnya kampanye coblos kotak kosong, pengaruhnya pasti ada, tetapi kecil, tidak sampai 10 persen, karena seluruh partai pendukung sudah berikrar siap memenangkan Sadewo-Lintarti”, pungkasnya.
Comments are closed.