Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Sambut Kemerdekaan RI ke-79 Rotary Ajak Warga Semarang Peduli Lingkungan dari Sampah Plastik

Gaungkan Gerakan Merah Putih Bersih

 

METROJATENGCOM, SEMARANG -Sampah sampai saat ini masih menjadi masalah utama di hampir setiap negara di dunia, tak terkecuali Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk sangat besar sampah tetap  harus diperhatikan  khususnya sampah plastik.

Sampah plastik sangat berbahaya bagi lingkungan karena ampah plastik dapat menyebabkan terjadinya pencemaran tanah karena sifatnya yang sulit terdekomposisi, sehingga sangat berbahaya bagi makhluk hidup yang tinggal di sekitarnya.

Melihat kondisi ini  Rotary Clubs of Semarang bersama 26 komunitas menggelar kegiatan “Merah Putih Bersih” di Taman Indonesia Kaya, Kota Semarang, Minggu, (11/8/2024). Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-79.

Berbagai kegitan mulai aksi pungut sampah plastik dari area Taman Indonesia Kaya, Jalan Pahlawan, kawasan Simpang Lima hingga Jalan Pandanaran. Tidak hanya itu, sebanyak 300 bibit pohon juga dibagikan kepada masyarakat.

Narahubung acara ini, Linggayani mengatakan, kegiatan Merah Putih Bersih merupakan langkah Rotary Clubs of Semarang untuk mengajak masyarakat yang sedang Car Free Day agar mau ikut bersama-sama sadar akan bahaya sampah plastik dan menjaga lingkungan.

Pungut Sampah – Anggota Rotary Club dan komunitas serta masyarakat umum tengah melakukan pemungutan sampah plastik di seputar Taman Indonesia Kaya Semarang (11/8/2024). (tya)

 

Dijelaskan isu lingkungan khususnya  sampah plastik benar-benar sudah sangat mengkhawatirkan karena sudah menggangu kesehatan masyarakat dan lingkungan .Untuk itu Rotary melakukan kolaborasi dengan komunitas yang memiliki visi yang sama dalam menjaga lingkungan.

“Tujuan kegiatan ini  untuk menyadarkan masyarakat, sampah yang dibuang efeknya sangat panjang sekali. Bahkan membuang sampah pada tempatnya  saja saat ini tidak cukup , karena sampah sudah menjadi persoalan tang serius apalagi sampah plastik, yang tidak bisa terurai,”  jelasnya.

Menurutnya cara hidup kita  sekarang  ini yang mewarisi adalah anak-anak kita. Di masa depan anak-anak kitalah  yang akan terdampak sampah plastik, yang tidak bisa hilang.

“Jangan sampai sampah plastik dibuang saja, namun perlu dihindari pemakaiannya atau diolah kembali. untuk itu kita juga bekerjasama dengan bank sampah unutk pengelolaan sampah plastik yang sudah dikumpulkan untuk diolah kembali,” kata Linggayani.

Ia mengatakan, sampah-sampah plastik yang dikumpulkan pada kegiatan ini akan disetor pada bank sampah dan menghentikan laju pembuangan ke TPA.

“Kegiatan kali ini juga diisi dengan Festival Suara Anak di mana anak-anak akan tampil membawakan pentas dan aspirasi tentang kesadaran terhadap menjaga Bumi Indonesia,” ungkapnya.

 

Bibit Pohon – Ketua Panitia acara ini, Yuli Oei menyerahkan bantuan 300 bibit pohon kepada komunitas dalam uoaya menjaga lingkungan tetap hijau. (tya)

 

Ketua Panitia acara ini, Yuli Oei berharap, lewat aksi Merah Putih Bersih ini menjadi awal yang baik untuk bersama-sama menjaga lingkungan.

“Harapannya Merah Putih Bersih ini menjadi awal yang baik untuk saling terbuka dan bekerjasama untuk Indonesia yang lebih baik lagi,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut panitia juga memberikan bantuan 300 bibit pohon kepada komunitas, dalam upaya menjaga lingkungan tetap hijau.

Sementara itu, salah satu peserta dari komunitas Svarna Loka, Nia Nurdiansyah menyampaikan, kegiatan ini menjadi langkah bersama-sama untuk terus mengkampanyekan pentingnya menjaga lingkungan.

Diakui sampah plastik sangat berbahaya, karena tidak bisa terurai. Untuk itu kami sangat mendukung kegiatan pengumpulan sampah plastik dalam upaya menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat serta bebas dari sampah plastik.

“Kami mengikuti kegiatan ini karena mempunyai visi yang sama. Kami biasanya mengolah hasil sayuran yang tidak lolos tampilan ke pasar, sampah sayuran yang berpotensi menjadi limbah ini kita olah bisa jadi kompos dan lainnya,” pungkasnya. (tya)

Comments are closed.