Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Desa Wisata Kandri, Suguhkan Keindahan Alam Hingga Atraksi Budaya

0

METROJATENG.COM, SEMARANG – Desa wisata Kandri yang terletak di Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang menyimpan pesona alam yang memukau. Mulai dari Gua Kreo, Waduk Jatibarang hingga kekayaan atraksi budaya masyarakat setempat.

Sejak Tahun 2012, Desa Kandri dinobatkan sebagai desa wisata dengan SK Wali Kota Semarang nomor 556/407, untuk kluster desa wisata berbasis daya tarik alam dan budaya.

Potensi wisata alam yang dimiliki salah satunya berupa obyek wisata Gua Kreo, yang terletak di sebuah pulau kecil di tengah Waduk Jatibarang. Ada ratusan monyet ekor panjang yang menghuni pulau kecil tersebut, namun monyet-monyet tersebut sudah jinak. Potensi wisata buatan berupa Waduk Jatibarang juga dilengkapi dengan perahu wisata, Plaza Kandri dan lokasi pemancingan.

Selain itu juga ada wisata minat khusus berupa ekowisata dan  eduwisata yang dikemas dalam paket wisata bagi rombongan anak usia pra-sekolah dan usia sekolah, mulai dari SD, SLTP, SLTA dan Perguruan Tinggi.

Atraksi Budaya

Seni Budaya tradisional menjadi salah satu atraksi wisata yang diunggulkan di Desa Kandri, selain dari potensi alamnya. Kegiatan memamerkan budaya tradisional ini juga menjadi perhatian bagi pemerintah setempat dengan terus melakukan pembinaan secara rutin untuk menggali kekayaan lokal yang bisa ditampilkan dalam sebuah acara pagelaran budaya ataupun bagi pengunjung wisata di Desa Kandri.

Jjika Anda menikmati liburan di Semarang saat Lebaran, ada sebuah kirab unik yang digelar setiap hari ke-3 atau dalam sepekan setelah Idul Fitri di Desa Wisata Kandri Gunungpati Semarang.Tidak hanya prosesi kirab yang bisa dinikmati para pengunjung, di sini juga bisa menikmati indahnya Waduk Jatibarang dan Goa Kreo.

Sesaji Rewanda merupakan salah satu agenda budaya tahunan yang digelar di Desa Wisata Kandri yang juga masuk dalam agenda wisata Kota Semarang. Sesuai namanya, rewanda yang artinya monyet ini, memang ditujukan bagi monyet-monyet yang selama ini menghuni kawasan Goa Kreo. Selain sebagai wujud syukur kepada Sang Pencipta, Sesaji Rewanda juga merupakan napak tilas perjalanan Sunan Kalijaga, serta untuk menjaga keseimbangan alam di Goa Kreo.

Kirab unik ini diawali dengan arak-arakan mengusung empat gunungan dari Desa Kandri ke Goa Kreo, jaraknya sekitar 800 meter. Empat orang dengan riasan dan kostum monyet warna merah, putih, hitam dan kuning berada di barisan terdepan. Barisan di belakangnya adalah replika batang kayu jati, ini berdasar kisah Sunan Kalijaga membawa kayu jati melawati desa ini. Disusul selanjutnya, barisan gunungan dan para penari.

Ketika karnaval gunungan tiba di pelataran Goa Kreo, wisatawan disuguhi pertunjukan sejumlah tarian, seperti tari gambyong, tari Semarangan dan tarian monyet yang dimainkan anak-anak. Sesaat setelah pemuka masyarakat setempat memberi doa, sesaji gunungan selain gunungan buah-buahan boleh diambil oleh siapa saja, sedangkan buah buahan khusus untuk monyet.

Leave A Reply

Your email address will not be published.