Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Djasarmen Purba SH, Dari Medan ke Banyumas-Cilacap, Berjuang Untuk Indonesia

METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Sukses mendampingi petani melalui gerakan Dulur Ganjar Pranowo (DGP), Djasarmen Purba SH, asal Medan yang sudah 10 tahun mengabdi di Batam, kini melebarkan sayap perjuangan untuk Indonesia melalui Banyumas-Cilacap. Caleg DPR RI dari PDI Perjuangan ini menegaskan, kesejahteraan rakyat dari semua kalangan harus diwujudkan.

“Saya memang berawal dari berjuangan bersama para petani, tetapi di Banyumas-Cilacap ini, keluarga besar saya berkembang, meluas, dari kalangan seniman, pasukan perempuan hingga anak-anak muda. Inilah Indonesia”, ucapnya, Jumat (9/2/2024).

Bahkan, belum genap 1 tahun Djasarmen di Banyumas, ia sudah mahir menggunakan bahasa ngapak, hingga slogan sorwek atau ngisor dewek (red bawah sendiri), kerap digaungkan untuk mensosialisasikan nomor urut pencalonannya.

“Aja kelalen sorwek”, katanya dengan logat kental Banyumasan.

Selama berkeliling Banyumas dan Cilacap, Djasarmen merasa mendapatkan keluarga baru yang benar-benar beragam dan mewakili Indonesia. Selain budaya yang masih terpelihara dengan baik, orang-orangnya juga ramah dan terbuka menerima pendatang.

“Ini benar-benar Indonesia, masyarakatnya tidak memandang latar belakang, asal-usul, semua diterima dengan baik. Suasananya di sini membuat saya merasa di rumah sendiri, jadi benar-benar suasana Indonesia”, ungkapnya.

Caption Foto :Djasarmen Purba SH berfoto bersama pasukan perempuan usai senam Sicita di Kalibagor, Kabupaten Banyumas. (Foto : Dok.Tim Djasarmen)

 

Semua Kalangan

Kiprah Djaserman untuk masyarakat Banyumas dan Cillacap dalam waktu yang terbilang singkat, namun mampu merangkul semua kalangan. Dari mulai petani, dimana Djasarmen memberikan edukasi tentang bibit padi unggul MSP varietas 65. Padi jenis ini mempunyai banyak keunggulan, antara lain masa tanam yang lebih cepat yaitu kisaran 65-75 hari, biasanya padi masa tanam sampai 100 hari. Dengan masa tanam yang lebih cepat ini, otomatis biaya produksi lebih murah. Selain itu, padi MSP 65 juga produksinya lebih tinggi antara 708 ton per ha, padi biasa hanya 5 ton per ha dan dari sisi rasa pulen.

Kemudian para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta masyarakat tidak mampu, dimana Djasarmen memberikan modal bergulir dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat, yang bidikannya adalah mengurangi beban hidup mayrakat dalam memenuhi kebutuhan pokok. Subsidi harga diberikan oleh Djasarmen Purba selaku donatur.

Kalangan seniman juga tak luput dari sentuhan lelaki kelahiran 5 Agustus 1947 ini. Bahkan dalam kegiatan sosialisasinya, Djasarmen kerap menggandeng komunitas ebeg untuk pentas. Selain nguri-uri budaya lokal, Djasermen juga memberikan ruang bagi para seniman untuk bisa survive. Dan masih banyak lagi kalangan lain yang dirangkulnya.

“Semua kalangan adalah keluarga besar, mereka mempunyai ciri khas masing-masing dan kita harus memberikan ruang”, ucapnya.

Dalam pencalegan kali ini, Djasarmen mengedepankan prinsip ‘menang tanpa ngasorake’, berbuat yang terbaik untuk rakyat, demi Indonesia yang lebih baik.

Comments are closed.