Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Soal Debat Capres-Cawapres, Rektor UMP Ingatkan Jangan Jadi Ghibah Digital

0

METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Assoc Prof Dr Jebul Suroso mengingatkan semua pihak, untuk tidak menjadikan momentum debat capres-cawapres sebagai ajang ghibah. Sebab, hal tersebut berpotensi menjadi ghibah digital yang dosanya berkepanjangan.

“Sebagai umat Islam, kita paham apa itu ghibah dan kalau sudah menjadi ghibah digital, dosanya panjang, tidak terputus-putus”, ungkapnya, Kamis (18/1/2024).

Momentum debat, lanjutnya, seharusnya dimanfaatkan para pasangan calon (paslon) untuk menyampaikan ide dan gagasan, bukan sebagai ajang untuk saling menjatuhkan. Rektor pun mengutip peribahasa Jawa ‘Menang Tanpa Ngasorake’ yang artinya menang tanpa menjatuhkan.

“Debat pemikiran, adu gagasan, bukan saling menjelekan, kalau itu saya sepakat. Zaman Rasulullah dulu tidak ada debat untuk menentukan calon pemimpin, saya sendiri agak kurang sepakat dengan kata debat, seolah kita mengawali kepemimpinan dengan perdebatan. Mungkin bisa digunakan diksi lain, seperti mengenal lebih dekat paslon, paparan visi-misi, adu gagasan atau lainnya”, jelasnya.

Tunjukan Potensi Diri

Kesempatan yang diberikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI untuk paslon memaparkan visi-misi sangat luas dan seharusnya dimanfaatkan dengan baik oleh paslon, sebagai ajang edukasi supaya rakyat memahami gagasan dan pemikiran mereka. Rektor UMP mengatakan, banyak jalan untuk menarik simpatik masyarakat, tanpa perlu menjatuhkan pihak lawan.

“Paslon bisa memaparkan tentang potensi yang dimilikinya, ide dan gagasannya, dan harus didukung oleh data. Demikian pula dengan tim sukses ataupun para pendukungnya. Jika saya suka dengan paslon A misalnya, maka saya akan mencari hal-hal positif mereka, mempelajari pemikiran dan visi-misinya, kemudian mensosialisasikan kepada masyarakat. Karena masyarakat kita sudah cerdas, sehingga ghibah bukan lagi cara efektif untuk menarik suara pemilih”, terangnya.

Lebih lanjut Assoc Prof Jebul Suroso memaparkan, saat ini hanya sedikit dari masyarakat yang bisa mengakses informasi valid ataupun informasi kelas tinggi. Sehingga menjadi PR bagi para paslon untuk bekerja keras meyakinkan arus bawah.

Leave A Reply

Your email address will not be published.