Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Sepekan Gelar OP, Pemprov Jateng Berhasil Tekan Harga Cabai

0

METROJATENG.COM, SEMARANG – Setelah sepekan menggelar operasi pasar (OP) cabai, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah berhasil menekan harga cabai sampai Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu per Kg.

Harga cabai rawit merah yang semuka mencapai Rp 80 ribu hingga 90 ribu per Kg, kini berangsur turun menjadi Rp 62 ribu per Kg. Begitu pula dengan harga cabai merah keriting yang sekarang harganya Rp 54 ribu per Kg.

Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengatakan, upaya OP cabai sudah menampakan hasil dengan penurunan harga yang cukup signifikan.

Menurutnya, langkah strategis yang dilakukan Pemprov Jateng bersama Bank Indonesia dan Satgas Pangan serta instansi terkait, mampu menekan harga.

“Dampak kelihatan setelah satu minggu terakhir, kami lakukan intervensi harga cabai. Cabai rawit merah dulu Rp80 ribu-Rp90 ribu, setelah terus operasi pasar menurun diangka Rp73 ribu, dan  menurun kembali ke Rp62 ribu. Sedangkan cabai merah keriting saat ini Rp54 ribu/kilogram”, terangnya.

Operasi pasar cabai dilakukan selama sepekan, mulai tanggal  9-15 Desember di Pasar Karangayu, Pedurungan dan Gayamsari Kota Semarang. Dan jika dibutuhkan, maka pihaknya siap untuk menggelar OP kembali. Termasuk juga menggadakan OP untuk komoditas lain yang mengalami kenaikan harga.

“Tidak menutup kemungkinan OP serupa kita gelar untuk komoditas lain dan di pasar yang lain juga, supaya jangkauan lebih luas”, tuturnya.

Sebab, lanjutnya, selan untuk menstabilkan harga, OP juga sebagai upaya untuk menekan inflasi Jateng, yang kini mencapai 3,16 persen.

Menurun

Salah satu pedagang cabai di Pasar Karangayu Royati mengatakan, harga cabai memang menurun sejak lima hari lalu. Dari semula dijual Rp 80 ribu-Rp 90 ribu per Kg, menurun menjadi Rp 65 per Kg, menurun lagi menjadi Rp 62 ribu per Kg dan sekarang Rp 54 ribu per Kg.

“Harganya terus turun sejak sepekan terakhir, sehingga jualannya lebih lancar, pembeli tak lagi banyak yang protes”, ucapnya.

Direktur BUMD PT Jateng Agro Berdikari, Totok Agus Siswanto mengatakan, operasi pasar cabai bukan untuk menyaingi harga pedagang. Langkah itu merupakan strategi memengaruhi harga psikologis pasar.

“Saat harga psikologis di pasar terpengaruh, pemasok juga akan terpengaruh. Sebenarnya, cabai di tingkat petani masih murah. Yang mahal di rantai perdagangan”, tegasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.