Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Bangga, Jamu Diakui UNESCO Jadi ‘Warisan Budaya Tak Benda’

Irwan Hidayat : Sido Muncul Akan Terus Mempelajari, Mengembangkan dan melakukan Penelitian Serta Berinovasi, Karena Jamu Telah Menjadi Bagian Cara Hidup Sehat di Indonesia.

 

METROJATENG.COM, SEMARANGJamu telah resmi diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda ke-13 dari Indonesia oleh UNESCO. Keputusan ini disampaikan pada sidang ke-18 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Kasane, Republik Botswan.

Atas penetapan jamu sebagai “Warisan Budaya Tak Benda” oleh UNESCO menjadi kebanggaan tersendiri bagi Irwan Hidayat, selaku Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. Keputusan UNESCO tersebut sekaligus menjadi pengakuan jika jamu memiliki peran penting dalam tradisi kesehatan masyarakat Indonesia yang patut untuk dilestarikan.

“Saya sangat bangga atas keputusan UNESCO yang menetapkan jamu sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, dan teman-teman organisasi jamu (GP Jamu), yang telah bekerja keras, sehingga pengakuan tersebut diberikan UNESCO,” ungkap Irwan Hidayat dalam keterangan persnya, secara daring Jumat (8/12/2023).

Irwan mengungkapkan, penetapan jamu sebagai “Warisan Budaya tak benda ini sekaligus menunjukan  pengakuan UNESCO sebagai momen bersejarah bagi Indonesia dan perusahaan jamu terkemuka lainnya. Pasalnya, jamu masih memiliki peranan penting sebagai alternatif pengobatan tradisional dan kesehatan masyarakat di Indonesia.

Sebagai salah satu perusahaan jamu terbesar di Indonesia,  pengakuan internasional UNESCO, Sido Muncul akan terus berinovasi dan melakukan ekspansi hingga ke pasar yang lebih luas lagi di kancah internasional. Ini perlu dilakukan untuk lebih memperkenalkan kekayaan jamu Indonesia ke dunia.

Sido Muncul akan terus melestarikan Jamu melalui pendidikan dan pelatihan secara formal dan non formal baik di lingkungan perusahaan maupun mitra.. Selain itu Sido muncul juga melakukan penelitian, pengembangan dan juga inovasi jamu.

“Dengan adanya pengakuan dari UNESCO ini, tentu kami merasa memiliki tanggung jawab lebih besar untuk memperkenalkan jamu ke seluruh dunia,” ujar Irwan.

Menurut Irwan, Sido Muncul juga akan membuka peluang bagi masyarakat internasional untuk merasakan manfaat dari tradisi pengobatan alami Indonesia. Ia berharap dengan pengakuan ini akan dapat membuka peluang baru bagi industri jamu Indonesia dan mempromosikan citra positif tentang kekayaan alam dan budaya negara ini.

“Kami melihat potensi besar untuk mengenalkan jamu Indonesia sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Kami akan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan lembaga internasional, untuk memastikan bahwa keberagaman dan manfaat jamu Indonesia dapat diakses oleh lebih banyak orang di seluruh dunia,” ungkap Irwan.

Menurut Irwan sejak dulu hingga kini budaya jamu terus dipelajari, dikembangkan dan diwariskan dari generasi ke generasi. Jamu telah menjadi bagian cara hidup di Indonesia. (tya)

Comments are closed.