Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

SIG Bagikan Dividen Rp1,65 Triliun

0

METROJATENG.COM, JAKARTA – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (“SIG/Perseroan”) pada hari ini menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2023 (Rapat) di Jakarta. Rapat menyetujui penetapan penggunaan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun 2022 sebesar Rp2,36 triliun.

Dari jumlah tersebut, sebesar 70% atau Rp1,65 triliun ditetapkan sebagai dividen tunai. Sebesar 30% atau Rp709,45 miliar ditetapkan sebagai cadangan lainnya.

Jika dibandingkan 0 nilai yang dibagikan pada tahun lalu yang sebesar Rp 1,02 triliun, pembagian dividen pada tahun ini terhitung tumbuh sebesar 61,76%. Hal ini mengindikasikan komitmen Perseroan untuk terus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.

Direktur Utama SIG, Donny Arsal mengatakan, SIG akan terus berupaya untuk memperkuat kapabilitas Perseroan melalui inovasi produk dan layanan, penguatan jaringan distribusi dan optimalisasi fasilitas produksi, hingga peningkatan operational excellence pada aktivitas operasional termasuk inisiatif digitalisasi yang berkontribusi pada efisiensi, untuk menyasar peningkatan kinerja pada 2023.

“SIG berkomitmen untuk terus menjaga kepemimpinan pasar dan mempertahankan kinerja yang positif demi terciptanya pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan bernilai tambah bagi para pemegang saham,” kata Donny Arsal.

Perubahan Susunan Pengurus Perseroan

Rapat memberhentikan dengan hormat Bapak Astera Primanto Bhakti sebagai Komisaris; Bapak Aas Asikin Idat sebagai Komisaris Independen; Bapak Aulia Mulki Oemar sebagai Direktur Bisnis dan Pemasaran; dan Bapak Adi Munandir sebagai Direktur Supply Chain.

Rapat juga mengubah nomenklatur jabatan Direksi Perseroan yaitu semula Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Portofolio.

Selanjutnya, Rapat mengangkat Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan, yaitu Bapak Yustinus Prastowo sebagai Komisaris; Bapak Saor Siagian sebagai Komisaris Independen; Bapak Subhan sebagai Direktur Bisnis dan Pemasaran; dan Ibu Reni Wulandari sebagai Direktur Operasi.

Keputusan rapat lainnya:
Menyetujui Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2022 termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Tahun Buku 2022, pengesahan Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2022, dan penyajian kembali Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk Tahun Buku 2021 sehubungan dengan integrasi PT Semen Baturaja Tbk, sekaligus pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan Perseroan yang telah dijalankan selama Tahun Buku 2022.

Menyetujui Laporan Tahunan Pelaksanaan Program TJSL dan Pengesahan Laporan Keuangan Program Pendanaan UMK Tahun Buku 2022, sekaligus pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas pengurusan dan pengawasan Pelaksanaan Program TJSL yang dijalankan selama Tahun Buku 2022.

Menyetujui Laporan Pertanggungjawaban Realisasi Penggunaan Dana (RPD) Penawaran Umum Terbatas melalui Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) dan persetujuan perubahan atas RPD hasil penawaran umum terbatas melalui PMHMETD l.

Informasi Tambahan :
SIG berhasil mempertahankan kinerja positif pada tahun 2022 yang sarat akan tantangan bagi industri bahan bangunan, dengan mencatatkan peningkatan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 15,5% menjadi Rp2,36 triliun, dibandingkan periode yang sama pada 2021 sebesar Rp2,047 triliun.

Catatan kinerja positif ini tidak terlepas dari kesuksesan inisiatif strategis Perseroan pada 2022, antara lain melakukan pengelolaan permintaan di pasar pada level mikro dengan menerapkan pendekatan yang unik sesuai dengan karakteristik masing-masing pasar di setiap daerah yang dilayani, optimalisasi jaringan distribusi, melakukan riset dan pengembangan berkelanjutan untuk menciptakan inovasi produk baru guna merambah ceruk-ceruk pasar yang belum tergarap secara optimal atau belum pernah dimasuki, serta meningkatkan keunggulan operasional melalui modifikasi model operasi dan perbaikan proses produksi untuk mencapai efektivitas dan efisiensi operasi.

Selain itu, Perseroan juga menerapkan strategi dan inisiatif dalam kerangka bisnis yang berkelanjutan dengan mengidentifikasi berbagai peluang untuk meningkatkan kinerja, mendorong efisiensi dan produktivitas dalam proses-proses bisnis melalui penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan (Environmental, Social and Governance/ESG) pada seluruh kegiatan operasional. Dalam upaya dekarbonisasi, SIG mencapai peningkatan penggunaan bahan baku dan bahan bakar alternatif pada kegiatan produksi, serta pemanfaatan solar panel sebagai sumber energi baru terbarukan (EBT) untuk kebutuhan penerangan, peralatan kantor dan pabrik.

Tercatat selama 2022, SIG berhasil menekan emisi karbon hingga 590 kg CO2/ton cement equivalent, atau turun 16,67% dari baseline tahun 2010 sebesar 708 kgCO2/ton cement equivalent. Penurunan clinker factor tercapai 69,2% dan peningkatan thermal substitution rate (TSR) tercapai 7,2%.

Dari sisi tata kelola, komitmen SIG dalam praktik-praktik tata kelola terbaik mendapat penghargaan kategori Domestic Significantly Improved PLCs dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT RSM Indonesia Konsultan pada ajang penilaian ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) untuk periode tahun 2021 sebesar 94,35 yang menunjukkan peningkatan yang signifikan dari skor sebelumnya yaitu 87,99.

Pencapaian ini mempertegas komitmen SIG menjadikan tata kelola sebagai landasan bisnis berkelanjutan.
Sementara itu, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) SIG diarahkan untuk mendukung sustainable development yang tidak hanya berfokus pada pembangunan untuk kebutuhan jangka pendek namun juga mempertimbangkan kebutuhan di masa mendatang melalui pendekatan Creating Shared Value (CSV).

Pada tahun 2022, SIG telah menyalurkan dana pada program-program pilar pembangunan sosial, ekonomi, lingkungan serta hukum dan tata kelola dengan nilai total Rp110,6 miliar. Termasuk di dalamnya adalah program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil yang diwujudkan dalam bentuk program pemberdayaan, pelatihan dan pembinaan UMK untuk mengembangkan perekonomian lokal sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) ke-8 yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.(ris)

Leave A Reply

Your email address will not be published.