Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Kendalikan Inflasi GNPP dan Pemprov Jateng Bersinergi Lakukan Digitalisasi Pertanian  

0

 

METROJATENG.COM, SEMARANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia se-Jawa Tengah bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Semarang menyelenggarakan gerakan Nasional Pengendalian Pangan (GNPIP) Jawa Tengah dengan tema “Sinergi dan Inovasi untuk Ketahanan Pangan melalui Digitalisasi Pertanian Jawa Tengah”.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra dalam laporannya menyampaikan,  kegiatan GNPIP bertujuan memperkuat langkah pengendalian inflasi pangan melalui pengendalian sisi supply yang bersifat struktural, forward looking, berbasis digital, serta mengedepankan sinergi kebijakan dan kelembagaan.

“Kegiatan GNPIP tahun ini  fokus pada tujuh program utama, yaitu operasi pasar; gerakan tanam dan replikasi model bisnis, kerjasama antar daerah, subsidi ongkos angkut;, pemanfaatan alat dan sarana produksi pertanian, penguatan pemanfaatan infrastruktur teknologi, informasi, komunikasi serta koordinasi dan komunikasi untuk menjaga ekspektasi inflasi,” jelas Rahmat, saat memberikn laporan  di Alun-alun Masjid Agung Kota Semarang, Jumat (14/4) dalam rangkaian kegiatan  GNPIP Nasional dan Jawa.

Acara dilanjutkan dengan welcoming speech dari Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno yang dalam paparannya mengatakan, Jawa Tengah telah melakukan upaya dan strategi dalam pengendalian inflasi, di antaranya kegiatan pasar murah di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang terselenggara berkat dukungan Dinas Ketahanan Pangan, BULOG Jawa Tengah, Dinas Perindustrian Perdagangan, BUMD, dan pemerintah kabupaten/kota.

Pada kesempatan tersebut, hadir pula Deputi Gubernur Bank Indonesia secara daring, Dodi Budi Waluyo memberikan leader’s talk terkait urgensi pengendalian harga pangan dalam menjaga stabilitas inflasi.

Kegiatan GNPIP Jateng merupakan aksi nyata untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan di Jawa Tengah yang terdiri dari dua program utama, yaitu selebrasi program unggulan pengendalian inflasi Jawa Tengah dan aksi nyata pengendalian harga melalui pasar pangan murah.

Selebrasi program unggulan pengendalian inflasi Jawa Tengah tersebut terdiri dari penyaluran sarana produksi pertanian (green house cabai) untuk 12 Gapoktan di Jawa Tengah, launching learning center digital farming untuk replikasi program PERMADI TANDUR (Pertanian Menggunakan Digital, Petani Menjadi Makmur), pemberian fasilitas distribusi pengiriman komoditas pangan, penandatangan Kerjasama Antar Daerah (KAD) baik intra provinsi maupun antar provinsi, serta pencanangan sejuta pekerja melek QRIS. Acara GNPIP Jawa Tengah juga dirangkaikan dengan pasar murah yang didukung oleh 19 produsen, gapoktan, distributor dan UMKM, kegiatan edukasi dan tebus murah bahan pangan menggunakan QRIS, penukaran uang Rupiah baru, serta sosialisasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah.

Pada kesempatan tersebut, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Tengah memberikan penghargaan kepada TPID Kota Semarang dalam rangka pelaksanaan pengendalian inflasi melalui pasar murah yang masif. Selain itu, sebagai apresiasi Bank Indonesia kepada Pemerintah Daerah dalam akselerasi QRIS juga diberikan penghargaan kepada Walikota Kota Semarang, Ibu Hevearita H. Rahayu sebagai “Bunda QRIS Kota Semarang”.

“Ke depan, diharapkan koordinasi dan sinergi pengendalian inflasi dapat semakin meningkat. GNPIP di Jawa Tengah juga akan diperkuat dengan berfokus pada ketahanan pangan melalui digitalisasi pertanian. Melalui GNPIP, diharapkan produksi pertanian semakin meningkat, pasokan pangan terjaga, dan inflasi terkendali,” tambahnya. (tya)

Leave A Reply

Your email address will not be published.