Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Komisi A DPRD Jateng Soroti Status Lahan SMKN 1 Plupuh Sragen

METROJATENG.COM, SRAGEN – Komisi A DPRD Jawa Tengah melakukan kunjungan kerja ke SMKN 1 Plupuh, Sragen, untuk memantau pemanfaatan aset milik Pemprov Jateng. Dalam kunjungan tersebut, persoalan status lahan menjadi sorotan utama karena dianggap menghambat perkembangan sekolah.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Jateng, Mulafi Fadli, menegaskan pentingnya penyelesaian status aset agar sekolah bisa berkembang maksimal.

“Aset memang menjadi tantangan. Semoga SMK ini bisa terus berkembang dengan jumlah siswa yang banyak serta jurusan favorit yang mendukung minat mereka,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen, Sella, menjelaskan bahwa SMKN 1 Plupuh berdiri di atas lahan milik desa sejak 2004 dengan luas 5.639 meter persegi. Namun, hingga kini sekolah belum memiliki sertifikat hak milik (SHM).

“Kondisi ini membuat sekolah tidak bisa mengoptimalkan bantuan pembangunan. Selama ini hanya mengandalkan dana BOS reguler dan bantuan provinsi. Sudah bertahun-tahun, tidak ada peningkatan bangunan karena terbentur status lahan,” jelasnya.

Anggota Komisi A DPRD Jateng, Tugiman, menambahkan pihaknya akan mendorong rapat koordinasi dengan BPKAD dan Komisi E untuk mencari solusi.

“Betapa banyak sekolah di Jateng yang terhambat karena belum punya SHM. Ada 61 sekolah yang tidak bisa mengembangkan fasilitasnya. Salah satu opsi mungkin dengan tukar guling aset, meski butuh proses panjang,” katanya.

Sementara itu, Sumarsono, anggota Komisi A lainnya, mempertanyakan sejauh mana pengajuan perpindahan aset sudah dilakukan pihak sekolah. Dari keterangan sekolah dan desa, pengajuan sempat dilakukan ke pemerintah kabupaten pada 2019, namun belum berlanjut ke pemerintah provinsi.

“Kami bersyukur dengan kunjungan ini. Semoga segera ada solusi agar sekolah bisa berkembang lebih baik,” ucap Sella.

Mukafi Fadli menutup kunjungan dengan harapan agar status lahan bisa segera jelas, sehingga SMKN 1 Plupuh dapat meningkatkan mutu pendidikan.

“Kalau masalah ini selesai, sekolah bisa mempercepat pembangunan dan berpotensi menjadi salah satu sekolah unggulan di Jawa Tengah,” tandasnya.

Comments are closed.