Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Menuju Indonesia Maju BI gelar Angkringan Digital

0 203

 

METROJATENG.COM, SEMARANG –  Seiring dengan perkembangan perekonomian yang mengarah pada digital ekonomi,  Bank Indonesia mencanangkan sebagai Bank Sentral Digital Masa Depan. Hal ini dilakukan dengan  pemikiran digitalisasi ekonomi dapat meningkatkan efisiensi dalam proses kerja di berbagai sektor perekonomian.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng Rahmat Dwisaputra  mengungkapkan  digitalisasi ini juga mampu menjawab berbagai tantangan yang selama ini belum dapat diatasi oleh pola-pola perdagangan yang masih bersifat manual.

“Dengan digitalisasi, maka kegiatan ekonomi menjadi lebih cepat, lebih efisien, dan memerlukan proses yang lebih singkat. Digitalisasi pembayaran menjadi penting karena trend perkembangan digital marketing dan digital banking,” jelas Rahmat Dwisaputra pada acra angkringan QRIS di Sam Po Kong,Minggu (3)7).

Menurutnya digitalisasi keuangan pemerintah penting untuk good governance dan percepatan penyerapan anggaran pembangunan. Digitalisasi UMKM dan pembayaran menahan perlambatan ekonomi pada saat pandemi

Selama Pandemi Covid-19, digitalisasi pembayaran diantaranya melalui QRIS, yang telah diinisiasi sejak 2019, mampu memberikan kemudahan pada masyarakat dan UMKM untuk bertransaksi yang pada akhirnya mendorong konsumsi rumah tangga di tengah pembatasan kondisi yang diterapkan pemerintah.

Di Jawa Tengah, penggunaan QRIS sudah dapat ditemui pada transaksi jual-beli di toko tradisional dan modern, pembayaran transportasi umum, pembayaran pajak dan retribusi Pemda, hingga donasi sosial. Tercatat, terdapat 1.422.406 merchant QRIS di Jawa Tengah pada Mei 2022.

“Meningkatnya penggunaan QRIS mampu meningkatkan pertumbuhan transaksi QRIS dari 306,1% (yoy) menjadi  Rp232 miliar pada Maret 2022,” tambahnya.

Melihat peningkatan transaksi menggunakan QRIS, Bank Indonesia telah menyusun sebuah visi digitalisasi yang menavigasi arah digitalisasi sistem pembayaran kedepan, yaitu Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025. Dalam BSPI 2025, Bank Indonesia akan membawa 91,3 juta penduduk unbanked dan 62,9 juta UMKM ke dalam ekonomi dan keuangan formal secara sustainable melalui pemanfaatan digitalisasi.

Kegiatan Angkringan Digital 2022, bertujuan untuk mengakselerasi digitalisasi dan membiasakan masyarakat  menggunakan digitalisasi pembayaran, antara lain melalui QRIS, di Jawa Tengah” tambahnya.

Walaupun penggunaan pembayaran melalui digitalisasi terus meningkat, lanjut Rahmat Dwi Saputra  tidak boleh lupa  mata uang yang digunakan di wilayah NKRI harus Rupiah. Rupiah merupakan salah satu bentuk kedaulatan bangsa Indonesia, kita harus dapat memperlakukan Rupiah sebagaimana mestinya.

Oleh sebab itu Bank Indonesia mengeluarkan gerakan Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.Wujud dari Cinta Rupiah adalah dengan memperlakukan uang Rupiah secara layak, tidak merusak bentuk, dan menjaga diri dari kejahatan uang palsu.

Sementara itu Sekda Provinsi Jateng Sumarno menyambut baik langkah-langkah yang dilakukan Bank Indonesia  dalam mensosialisasikan penggunaan QRIS ke masyarakat dengan menggelar “Angkringan Digital”.  Penggunaan QRIS  sangat mudah dan nyaman, apalagi pasar pasar tradisional kini sudah mulai menggunakan QRIS dalam bertransaksi.

” Menggunakan QRIS lebih mudah dan nyaman, karena hanya dengan HP android masyarakat sudah bisa transaksi dengan aman,  tidak perlu membawa uang tunai dan tentunya aman dari copet,” tutup Sumarno, (tya)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.