Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Orang Tua Perlu Melek Pendidikan Literasi Digital

*Peringatan ulang tahun ke-28 Gelar Nasima Anniversary Festival

0 394

METROJATENG.COM,  SEMARANG – Teknologi informasi berkembang begitu cepat. Warga dunia, khususnya masyarakat Indonesia gagap dalam menerima dan menyikapi perubahan tersebut. Terdapat kesenjangan lintas generasi, dimana para orang tua sebagian lahir pada masa teknologi informasi belum begitu membumi sementara anak-anak mereka sejak usia dini sudah menemui hiruk pikuk dunia digital.

“Ibarat pisau bermata dua. Pada satu sisi, teknologi informasi bermanfaat dan secara bersamaan pada sisi lain menimbulkan dampak negatif. Oleh karena itu, kita sebagai orang tua perlu berterima terhadap kondisi lalu mengelolanya dengan kompetensi pendidikan literasi digital yang memadai bagi anak-anak kita,” kata Hj Nawal Nur Arafah, istri Wakil Gubernur Jawa Tengah, H Taj Yasin Maemun.

“Berdasar data survey tahun 2021 terhadap orang tua di Kota Semarang tersaji data, bahwa 73,9% orang tua yang belum menerapkan literasi digital secara sehat. Baru 26,1% orang tua yang melakukan literasi digital untuk dirinya sendiri terutama untuk anak-anak mereka. Tentunya ini menjadi keprihatinan bersama,” tambah Nawal.

Nawal menyampaikan pernyataan itu saat menjadi pembicara kunci dalam kegiatan Online Parenting atau kelas orang tua yang diselenggarakan secara dalam jaringan (daring) bertema “Pendidikan Literasi Digital Bagi Anak, Perlukah”.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh KB-TK dan SD Nasima Semarang pada Sabtu 22/1/2022. Penyelenggaraannya dilakukan secara kombinasi. Siaran langsung acara di Aula Parigi SD Nasima Jalan Puspanjolo Selatan 53 Semarang yang diikuti secara daring melalui Microsoft Teams dan Youtube SD Nasima Semarang.

MENDIDIK LITERASI DIGITAL: Hj Nawal Nur Arafah Yasin (pojok kanan atas) sedang menyajikan paparan tentang pentingnya orang tua menguasai kompetensi mendidik loterasi digital. Presentasi secara daring dilakukannya saat menjadi pembicara kunci kegiatan Parenting Online yang diselenggarakan oleh Sekolah Nasima pada Sabtu 22/1/2022. Foto : ist/metrojateng.com

 

 

Hadir secara langsung di tempat siaran adalah pemateri, Ali Formen SPd Med PhD pengajar sekaligus pakar pendidikan anak usia dini dari Universitas Negeri Semarang dan moderator guru TK Nasima, Indri Setyowati SPd. Turut hadir menyaksikan secara langsung adalah Direktur Pendidikan I Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima, Sri Budiani MPd, Direktur Litbang YPI Nasima, Supramono MPd, Kepala KB-TK Nasima, Nur Anisah SS MPd, dan Kepala SD Nasima, TY Raharjo SPd, serta 25 guru KB-TK dan kelas I-II SD Nasima.

Nawal Nur Afifah hadir dan menyajikan materi secara daring dari rumah dinas Wagub Jateng. Pun demikian dengan Ketua Pembina YPI Nasima, KH Hanief Ismail Lc, Ketua Pengurus YPI Nasima, Dr Indarti MPd, para organ dan guru YPI Nasima, serta guru dan orang tua peserta didik Sekolah Nasima maupun dari puluhan sekolah lain di Kota Semarang. Tercatat ada 66 peserta yang hadir melalui Teams dan 394 yang hadir menyimak melalui Youtube.

Sejalan dengan Nawal, Ali Formen mengawali paparannya dengan fenomena kepanikan terhadap dunia digital yang belum juga berakhir. Gagap digital, kerancuan digital, stres digital, sampai gangguan psikososial dan psikosomatik menurut Ali masih terjadi di mana-mana. Tak hanya Indonesia, negara-negara maju pun seperti Amerika, Australia, dan sebagainya ternyata masih berkutat pada kondisi tersebut.

“Mestinya masa orientasi dan adaptasi itu sudah berakhir karena dinamika digitalisasi itu sudah berjalan satu dekade lebih. Kondisi saat ini sudah bukan the new normal era tetapi sudah the next normal era,” kata PhD lulusan University of Auckland, New Zeland itu.

Ali mengajak orang tua untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan mendidik anak-anak tentang literasi digital. Bagaimanapun juga pendidik pertama dan pemegang tanggung jawab terbesar dalam pendidikan anak-anak adalah orang tua. Orang tua adalah mitra guru atau sekolah. Menurutnya literasi digital itu tidak sekadar kecakapan untuk mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras serta perangkat lunak teknologi informasi untuk berbagai kepentingan.

“Literasi digital itu mengkombinasikan kecakapan digital dengan budaya digital, etika digital, dan keamanan digital. Juga perlu pemahaman bahwa kita saat ini sudah masuk dalam dua tipe kewargaan yaitu warga masyarakat nyata dan warga jagad digital,” kata Ali Formen.

Dia mengajak setiap keluarga dan sekolah segera memasukkan literasi digital ke dalam visi misi keluarga dan sekolah. Nilai positif negatif dari dunia digital adalah keniscayaan. Selanjutnya tinggal bagaimana agar setiap anak dan setiap keluarga mampu memanfaatkan sisi positifnya untuk kebermanfaatan yang sebesar-besarnya bagi kehidupan.

Orang tua menjadi model dalam bagi anak-anak. Pendekatan dialogis dan efektif antara orang tua dengan anak perlu dilakukan untuk mewujudkan literasi digital di keluarga. Buat kesepakatan yang bermakna.

“Satu lagi, literasi digital di suatu keluarga dan sekolah yang sudah terbangun butuh lingkungan yang mendukung. Ciptakan dialog dan kompromi-kompromi dengan sesama orang tua di lingkungan tempat tinggal. Pendidikan literasi selanjutnya perlu dikembangkan dengan memberdayakan lembaga-lembaga kemasyarakatan dan komunitas,” tambah Ali.

BERBAGI BAROKAH ILMU: Ali Formen PhD (nomor 2 dari kanan) menerima Majalah Pendidikan “Merah Putih” dari Kepala SD Nasima, TY Raharjo SPd (nomor 2 dari kiri) didampingi Direktur Pendidikan I YPI Nasima, Sri Budiani MPd dan Direktur Litbang YPI Nasima, Supramono MPd. Foto : ist/metrojateng.com

 

Kegiatan kelas orang tua secara daring atau parenting online tersebut merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan peringatan ulang tahun ke-28 Sekolah Nasima. Kegiatan inti peringatan berupa tasyakuran diadakan di tingkat yayasan. KB-TK dan SD Nasima berkolaborasi menyelenggarakan Nasima Anniversary Festival (NAF).

Rangkaian kegiatannya ada lomba-lomba untuk anak usia dini se-Kota Semarang dan sekitarnya, parenting online, pameran, dan pentas kreativitas. Para finalis lomba diumumkan pada akhir acara parenting online. Puncak acara NAF berupa final lomba-lomba anak usia dini, pameran, dan pentas seni di SD Nasima pada Sabtu 29/1/2022.

NAF digelar dengan kenormalan baru serta inovasi. Tak hanya lomba, pameran, dan pentas, tahun ini disempurnakan dengan kelas orang tua, sehingga even NAF pun menjadi lebih bermakna. Sekolah Nasima memfasilitasi para orang tua, baik orang tua peserta didik di Sekolah Nasima maupun para orang tua dari puluhan sekolah lain yang putra-putrinya ikut lomba, serta masyarakat umum untuk memperoleh pencerahan tentang pendidikan literasi digital.

“Kegiatan ini merupakan implementasi ikhtiar Sekolah Nasima untuk mendidik anak sesuai zaman mereka. Perlu sinergi antara sekolah dan orang tua dalam hal literasi digital bagi anak yang memang terlahir pada era serba digital. Juga sejalan dengan pencanangan tahun 2021 sebagai Tahun Literasi Digital oleh Presiden RI,” kata Direktur Pendidikan I YPI Nasima, Sri Budiani MPd dalam sambutan pembukaan.(eff)

Leave A Reply

Your email address will not be published.