Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Pemkot Semarang Genjot Indeks Pembangunan Manusia Lewat JKN-KIS

0 261

k

METRIJATENG.COM, SEMARANG  –Pelaksanaan Program JKN-KIS di Kota Semarang mendapat dukungan penuh dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moch. Abdul Hakam  Salah satu terobosan yang diusung oleh Hakam adalah pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan bagi SDM Puskesmas secara daring, sehingga pelayanan kesehatan bagi peserta JKN -KIS kota Semarang dinilai sangat baik.

“Pelatihan itu semata-mata ditujukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Puskesmas di Semarang sendiri sebelumnya memiliki 5G, tetapi sekarang sudah 7G yakni Gak antre, Go cashless, Gratis, Gak repot, Gesit, Gak lemot dan Gemati. Dengan tujuh tagline ini mudah-mudahan akan memperbaiki mutu layanan kesehatan yang ada di Kota Semarang,” tutur Hakam.

Ia menyatakan bahwa kesejahteraan masyarakat di bidang kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab dari Dinas Kesehatan saja. Peningkatan derajat kesehatan merupakan salah satu hal pokok yang ingin dicapai oleh Pemerintah Kota Semarang. Untuk meningkatkan semangat sinergi antar instansi, Pemerintah Kota Semarang melakukan peningkatan kualitas Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang meliputi pendidikan dan kesehatan.

Selain peningkatan mutu layanan kuratif, hal yang menjadi konsentrasi Hakam adalah upaya promotif dan preventif terhadap kasus penyakit tidak menular melalui Program Lawang Sewu, alias Layanan Warga Semarang Setiap Waktu. Melalui program ini, Pemerintah Kota Semarang memetakan daerah yang warganya berpotensi diabetes meiltus dan hipertensi.

“Rekan-rekan di Puskesmas akan melakukan skrining bagi remaja di bawah usia 18 tahun dengan pengecekan indeks masa tubuh secara langsung dan BPJS Kesehatan melalui fitur skrining riwayat kesehatan di Mobile JKN,” tambah Hakam.

Terakhir, Hakam berpesan kepada generasi muda di kota Semarang untuk menerapkan gaya hidup yang lebih sehat. Menurut WHO, penyakit tidak menular adalah penyakit yang tidak menular langsung dari satu orang ke orang lain. Dominasi masalah kesehatan di masyarakat saat ini mulai bergeser dari penyakit menular menjadi ke arah penyakit tidak menular. Penyebab kematian utama penduduk semua golongan umur pada saat ini disebabkan oleh penyakit tidak menular, seperti stroke, hipertensi, diabetes mellitus, tumor ganas/kanker, penyakit jantung dan pernapasan kronik.

“Mereka boleh makan apa saja, namun perlu adanya usaha untuk perbaiki life style, mengingat itu merupakan kunci pengelolaan kesehatan sejak dini,” ujar Hakam. (tya)

Leave A Reply

Your email address will not be published.