Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Irwan Hidayat Ajak Mahasiswa FK Unnes Teliti Herbal untuk Penyakit Modern

METROJATENG.COM, SEMARANG – Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, DR (HC) Irwan Hidayat, mengajak mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (FK Unnes) untuk berani melakukan penelitian herbal terhadap berbagai penyakit modern, seperti diabetes.

Ajakan tersebut disampaikan saat menerima  kunjungan  puluhan mahasiswa FK Unnes ke pabrik Sido Muncul di Bergas, Kabupaten Semarang, Kamis (7/5/2026).

Irwan pada kesempatan tersebut menegaskan masa depan jamu Indonesia sangat bergantung pada riset dan pembuktian ilmiah agar dapat diterima lebih luas di dunia medis.

Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan tanaman herbal yang luar biasa, namun pemanfaatannya harus diperkuat dengan penelitian yang terukur dan berbasis laboratorium.

“Mahasiswa jangan takut meneliti. Misalnya diabetes atau penyakit lainnya, diteliti secara ilmiah. Kalau hasilnya bagus, nanti bisa diuji lebih lanjut melalui laboratorium,” ujar Irwan.

Ia menjelaskan, upaya pengembangan jamu berbasis ilmiah sebenarnya sudah lama didorong pemerintah melalui program saintifikasi jamu yang berkembang sejak sekitar tahun 2010. Program tersebut menjadi langkah awal untuk mempertemukan pengobatan tradisional dengan dunia medis modern.

Menurutnya, berbagai kebijakan pemerintah dari masa ke masa turut membuka ruang agar jamu lebih diterima masyarakat luas. Pada era Presiden Megawati, misalnya, muncul dorongan budaya minum jamu, sementara pada pemerintahan Presiden Joko Widodo pengembangan pendidikan dan riset herbal juga terus diperkuat.

FOTO BERSAMA – Usai nelakujsn ku jungan ke Pabrik Sido Muncul para mahasiswa FK Unnes berfoto bersama Dirut Sido Muncul DR (HC) Irwan Hidayat. (tya/redmetrojateng)

 

” Berbagai kebijakan pemerintah yang mendukung pengembangan herbal nasional, mulai dari kampanye budaya minum jamu hingga pendidikan dokter berbasis herbal, sudah dilakukan sejak tahun 2010,” jelas Irwan.

Menurutnya, tantangan terbesar jamu selama ini adalah minimnya literatur ilmiah yang dapat diterima kalangan akademik dan tenaga kesehatan.
Karena itu, Sido Muncul mengembangkan Sido Herbalpedia, portal digital berbasis literatur review yang memuat berbagai hasil penelitian dan edukasi mengenai tanaman herbal.

“Kalau hanya dipercaya turun-temurun tanpa data, akan sulit diterima dunia kedokteran. Maka sekarang pendekatannya harus ilmiah,” katanya.

Irwan mencontohkan tanaman herbal seperti sambiloto dan temulawak yang sejak lama digunakan masyarakat dan memiliki potensi besar untuk terus diteliti manfaatnya.

 

Ia juga mengingatkan mahasiswa tentang pentingnya menjaga pola hidup sehat untuk mencegah penyakit degeneratif seperti diabetes dan gangguan pembuluh darah.

Menurutnya, pola makan tinggi gula dan minim serat menjadi salah satu penyebab meningkatnya berbagai penyakit modern.

“Herbal itu membantu menjaga kesehatan, tetapi pola hidup sehat tetap paling penting,” tegasnya.

Dalam suasana penuh keakraban, Irwan turut membagikan pengalaman hidupnya menghadapi berbagai penyakit sejak kecil hingga akhirnya menjadikan kesehatan dan kontribusi sosial sebagai motivasi dalam mengembangkan industri herbal nasional.

Kegiatan kunjungan industri tersebut ditutup dengan penyerahan cinderamata dari FK Unnes serta sesi foto bersama di lingkungan pabrik Sido Muncul.

Melalui kunjungan ini, diharapkan lahir kolaborasi riset yang lebih kuat antara dunia akademik dan industri herbal untuk mendukung pengembangan pengobatan berbasis bahan alam di Indonesia. (*)

KUNJUNGAN – Mahasiswa FK Unnes saat mengunjungi pabrik Sidi Muncul di Berfas Kabupaten Semarang. (tya/redmetrojateng)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.