Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Cegah Kecelakaan, Dishub Surakarta Gandeng Yamaha Edukasi Keselamatan Berkendara

METROJATENG.COM, SURAKARTA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta menggandeng Yamaha Indonesia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berkendara. Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas di Kota Bengawan sepanjang 2025.

Berdasarkan data Satlantas Polresta Surakarta, tercatat 1.512 kecelakaan lalu lintas selama 2025. Jumlah tersebut meningkat 422 kejadian atau 38,72 persen dibandingkan 2024 yang mencatat 1.090 kejadian.

Kepala Dishub Kota Surakarta, Taufiq Muhammad, S.SiT., M.T., mengatakan, upaya menekan angka kecelakaan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

Kolaborasi antara pemerintah, industri otomotif, lembaga pendidikan, dan masyarakat dinilai penting untuk membangun budaya berkendara yang aman.

“Melihat terus meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas, sudah menjadi kewajiban semua pemangku kepentingan untuk bahu-membahu agar angka kecelakaan tidak terus naik. Angka kecelakaan harus kita tekan semaksimal mungkin,” ujarnya di sela kegiatan Sosialisasi Keamanan Berkendara yang didukung Yamaha Indonesia, Minggu (11/10/2026).

Taufiq juga mengapresiasi dukungan Yamaha dalam memberikan edukasi dan pelatihan berkendara yang baik dan aman bagi masyarakat Surakarta. Menurutnya, sosialisasi semacam ini menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman pengendara mengenai risiko di jalan raya.

Perwakilan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing DDS 3 Semarang, Nindyarto Laksamana Praja, menyampaikan, edukasi keselamatan berkendara merupakan bagian dari tanggung jawab Yamaha sebagai produsen sepeda motor. Kegiatan tersebut secara rutin dilakukan, termasuk menyasar pelajar SMA dan SMK.

“Memang belum ada angka pasti berapa persen kecelakaan yang melibatkan pelajar, tetapi kami perlu memberikan sosialisasi kepada anak-anak sekolah sebagai pembelajaran sejak dini,” jelas Nindy.

Ia berharap kegiatan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat membantu menekan angka kecelakaan, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Pembekalan sejak usia sekolah dinilai penting agar generasi muda memahami keselamatan berkendara sebelum menjadikannya sebagai kebiasaan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, tim Yamaha Racing Academy memberikan materi teori sekaligus praktik berkendara. Peserta mendapatkan pembelajaran mengenai teknik pengereman yang benar hingga cara mengendalikan sepeda motor saat melintasi jalan berkelok.

Bagian dari Solo Road Safety Festival
Sosialisasi ini menjadi bagian dari AI&Me Solo Road Safety Festival yang melibatkan upaya peningkatan kesadaran keselamatan jalan, khususnya di kalangan generasi muda. Program AI&Me: Empowering Youth for Livable Cities sendiri resmi diluncurkan di Surakarta pada 11 Desember 2025.

Program tersebut menempatkan anak muda sebagai salah satu penggerak dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih aman dan layak huni. Melalui aplikasi Youth Engagement App, para pelajar dapat mendokumentasikan berbagai persoalan keselamatan jalan di sekitar sekolah mereka.

AI&Me sebelumnya telah dijalankan di Vietnam pada 2022–2024 sebelum diperluas ke Indonesia. Program ini didukung iRAP, AIP Foundation, dan Youth for Road Safety (YOURS), dengan pendanaan dari Fondation Botnar dan FIA Foundation. Di Indonesia, Transportologi bertindak sebagai konsultan utama program tersebut.

Selain mengikuti pelatihan, masyarakat juga perlu membiasakan diri memeriksa kondisi fisik dan mental sebelum berkendara, memastikan kendaraan dalam keadaan laik jalan, serta menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai standar. Pengendara sepeda motor wajib mengenakan helm berstandar SNI dengan tali pengikat terkunci, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu.

Kepatuhan terhadap rambu dan marka jalan, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, serta menggunakan lampu sein sebelum berbelok atau berpindah lajur juga menjadi bagian penting dari keselamatan berkendara. Pengendara diimbau tidak menggunakan ponsel saat mengemudi dan segera beristirahat ketika merasa lelah atau mengantuk.
Melalui kolaborasi pemerintah dan industri otomotif serta edukasi yang menyasar masyarakat sejak dini, kesadaran berlalu lintas diharapkan semakin meningkat. Dengan demikian, upaya menekan angka kecelakaan di Surakarta dapat dilakukan secara berkelanjutan.(ris)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.