Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Perkuat Maqasid Syariah, RSI Sultan Agung Siap Jadi Pusat Pelatihan dan Penggerak Ekonomi Kesehatan Bersama MES Jateng

METROJATENG.COM, SEMARANG – Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang menyatakan kesiapan memperkuat kemitraan dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Tengah untuk mengembangkan ekosistem kesehatan berbasis prinsip syariah. Kolaborasi tersebut diarahkan tidak hanya pada pelayanan kesehatan, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

 

Direktur Utama RSI Sultan Agung, dr. Agus Ujianto, Sp.B., M.Si.Med., menjelaskan sektor kesehatan kini memiliki posisi strategis karena tidak hanya berkaitan dengan pelayanan sosial, tetapi juga menjadi bagian dari kebutuhan primer dan aktivitas ekonomi. Dikatakan, pengembangan sektor tersebut perlu tetap memperhatikan prinsip Maqasid Syariah, terutama dalam menjaga jiwa (Hifz an-Nafs) dan harta (Hifz al-Mal).

 

“Sektor kesehatan saat ini bukan lagi sekadar layanan sosial, melainkan kebutuhan primer dan industri bisnis yang terus berkembang pesat,” kata dr. Agus.

 

Menurutnya, RSI Sultan Agung bersama jejaring Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) terbuka untuk membangun kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk MES Jawa Tengah, pemerintah maupun lembaga nonpemerintah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem kesehatan yang memberikan manfaat bagi tenaga kesehatan sekaligus masyarakat.

 

“Kami ingin memastikan ekosistem kesehatan tidak hanya menyembuhkan, tetapi juga meningkatkan derajat ekonomi tenaga kesehatan dan masyarakat luas sesuai kaidah syariah,” ungkapnya.

 

Penguatan sinergi tersebut turut didukung masuknya sejumlah pimpinan YBWSA dan akademisi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) dalam kepengurusan MES Jawa Tengah. Ketua Pengurus YBWSA Prof. Dr. H. Bambang Tri Bawono, S.H., M.H., dan Rektor Unissula Prof. Dr. H. Gunarto, S.H., M.H., dipercaya sebagai Dewan Pakar MES Jawa Tengah.

 

Keduanya berada dalam kepengurusan MES Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Reza Budi Artha yang juga menjabat Direktur Utama BUMN PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) serta Komisaris BPR Syariah.

 

Dijelaskan, RSI Sultan Agung memiliki modal untuk dikembangkan sebagai hub sekaligus pusat pelatihan pengembangan ekonomi syariah di sektor kesehatan. Posisi tersebut ditopang oleh perannya sebagai rumah sakit rujukan Tipe B sekaligus Rumah Sakit Pendidikan Utama bagi Fakultas Kedokteran Unissula.

 

“Kami siap menjadi bagian dari pengembangan pelatihan kedokteran dan manajemen rumah sakit berbasis syariah,” tegas dr. Agus.

 

Dalam pengembangannya, RSI Sultan Agung menyiapkan konsep pelatihan bagi tenaga kesehatan dan pengelola rumah sakit. Materi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan medis dan teknologi kesehatan, tetapi juga diarahkan pada kompetensi kewirausahaan atau edupreneurship yang tetap berlandaskan prinsip syariah.

 

Selain pengembangan sumber daya manusia, kerja sama tersebut dapat diperluas melalui penguatan rantai pasok rumah sakit dengan melibatkan UMKM dan pelaku usaha binaan MES. Peluang tersebut mencakup penyediaan katering gizi halal, linen dan konveksi medis, produk farmasi halal hingga jasa logistik.

 

Ditambahkan, pengembangan ekosistem kesehatan juga dapat dilakukan melalui inkubasi bisnis kesehatan berbasis pesantren dan wakaf produktif. Salah satunya melalui kemitraan klinik satelit yang melibatkan komunitas dan tenaga kesehatan lokal sehingga aktivitas pelayanan sekaligus dapat menggerakkan perekonomian masyarakat.

 

“Pengembangan layanan kesehatan harus memberikan dampak yang lebih luas, termasuk membuka ruang bagi masyarakat untuk tumbuh secara ekonomi,” tuturnya.

 

RSI Sultan Agung juga mengembangkan sejumlah layanan unggulan, antara lain Sultan Agung Eye Center, Cardiac Center, Endoscopy Center, Urology Center, Islamic Skin & Aesthetic Center serta Pain Management. Rumah sakit tersebut juga mengembangkan pelayanan terapi sel dan layanan kedokteran tradisional terintegrasi dengan pendekatan syariah.

 

Melalui sinergi dengan MES Jawa Tengah, pengembangan tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada layanan, tetapi juga pendidikan, pemberdayaan dan penguatan ekonomi berbasis syariah.(eff)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.