METROJATENG.COM, JAKARTA – Di tengah aktivitas masyarakat yang semakin bergantung pada konektivitas digital, kualitas layanan menjadi salah satu kunci menjaga kepercayaan pelanggan. Bagi Telkomsel, upaya memperkuat jaringan, menyederhanakan layanan, dan menjalankan bisnis secara lebih efisien mulai terlihat dari kinerja keuangan Semester I 2026.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menyampaikan sepanjang Januari hingga Juni 2026, Telkomsel membukukan pendapatan Rp55,6 triliun atau tumbuh 3,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Yang menarik, pertumbuhan laba tercatat lebih tinggi. Laba bersih Telkomsel mencapai Rp10,4 triliun, naik 8,3 persen secara tahunan. Sementara EBITDA meningkat 8,6 persen menjadi Rp26,1 triliun, dengan margin yang menguat dari 44,6 persen menjadi 46,9 persen,” katanya.
Capaian tersebut menjadi sinyal bahwa transformasi yang dilakukan Telkomsel tidak sekadar mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga diarahkan untuk membangun fundamental perusahaan yang lebih sehat.
Transformasi tersebut berjalan seiring dengan arah Telkom Group sebagai strategic holding digital nasional di bawah pengelolaan Danantara Indonesia. Penguatan tata kelola, optimalisasi aset, efisiensi, serta organisasi yang lebih lincah menjadi bagian dari agenda tersebut.
Di tingkat operasional, Telkomsel menerjemahkannya melalui investasi yang lebih disiplin, penguatan jaringan, penyederhanaan produk, dan upaya membuat pengalaman pelanggan semakin praktis.
Pertumbuhan Telkomsel pada paruh pertama tahun ini juga menunjukkan perubahan pendekatan dalam mengelola bisnis.
Perusahaan tidak hanya mengejar jumlah pelanggan, tetapi juga berupaya meningkatkan produktivitas dan nilai yang diterima pelanggan.
Pendapatan bisnis mobile tumbuh 5,6 persen menjadi Rp42,8 triliun. Sementara bisnis digital mencatat pertumbuhan lebih tinggi, yakni 11 persen menjadi Rp40,8 triliun.
Rata-rata pendapatan per pelanggan mobile atau ARPU juga meningkat 9 persen menjadi Rp45,6 ribu. Pada periode yang sama, basis pelanggan mobile mencapai 153,5 juta.
Pertumbuhan tersebut berjalan beriringan dengan konsumsi data yang mencapai 11,8 juta terabyte, naik 0,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka itu menggambarkan betapa konektivitas kini telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat. Internet bukan lagi sekadar sarana komunikasi, tetapi digunakan untuk bekerja, belajar, berjualan, bertransaksi hingga menikmati hiburan.
Nugroho, menyebut capaian tersebut tidak terlepas dari kepercayaan pelanggan dan kerja seluruh insan Telkomsel.
“Capaian Semester I 2026 merupakan hasil dari kepercayaan pelanggan serta kerja bersama seluruh insan Telkomsel untuk terus melayani dengan sepenuh hati,” ujarnya.
301 Ribu BTS Jadi Penopang
Di balik pertumbuhan penggunaan layanan digital tersebut, jaringan menjadi infrastruktur utama yang terus diperkuat Telkomsel.
Hingga akhir Juni 2026, Telkomsel mengoperasikan sekitar 301 ribu BTS di seluruh Indonesia. Jumlah itu terdiri dari sekitar 246 ribu BTS 4G, 6 ribu BTS 5G, dan 49 ribu BTS 2G.
Pengembangan jaringan dilakukan secara lebih terarah agar investasi tidak hanya memperluas konektivitas, tetapi juga meningkatkan kualitas pengalaman pelanggan.
Dengan jaringan yang semakin cepat, stabil, dan responsif, Telkomsel berharap kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital dapat terlayani dengan lebih baik.
Transformasi Bisnis Fixed Broadband
Telkomsel melakukan kalibrasi strategis untuk membangun basis pelanggan yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan. Hingga Semester I 2026, jumlah pelanggan fixed broadband mencapai sekitar 9,5 juta.
Pendapatan bisnis tersebut tumbuh 0,6 persen secara kuartalan, sedangkan ARPU meningkat 3,4 persen menjadi Rp210,8 ribu. Penetrasi layanan konvergensi juga telah mencapai sekitar 65 persen.
Ke depan, Telkomsel akan terus memperkuat kualitas layanan fixed broadband sekaligus mengembangkan solusi konvergensi yang menggabungkan kebutuhan konektivitas rumah dan layanan digital dalam satu pengalaman yang lebih sederhana.
Bagi Telkomsel, transformasi pada akhirnya bukan hanya soal angka pertumbuhan. Lebih jauh, transformasi harus bisa dirasakan pelanggan melalui layanan yang mudah digunakan, jaringan yang dapat diandalkan, serta perlindungan digital yang semakin kuat.
“Sebagai penyedia layanan telekomunikasi digital terdepan, tanggung jawab kami adalah memastikan transformasi benar-benar terasa oleh pelanggan melalui jaringan yang semakin andal, layanan yang lebih praktis, perlindungan digital yang semakin kuat, dan pengalaman yang terus membaik,” kata Nugroho.
Ia menegaskan, inovasi akan terus didorong agar perkembangan teknologi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kami akan terus berinovasi agar setiap kemajuan teknologi memberikan manfaat nyata bagi setiap orang, rumah, dan kegiatan bisnis di Indonesia,” pungkasnya. (*)
Comments are closed.